jembatan-ambrol--Lemahireng

*BPBD Kirimkan 1000 Karung untuk Penanganan Darurat

KLATEN,newsreal.id – Ratusan relawan bersama warga bergotong royong memperbaiki sayap jembatan di Desa Lemahireng, Kecamatan Pedan, Selasa (26/3). Jembatan tersebut longsor saat cuaca terbilang cerah, Senin (25/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, longsor diduga dipicu hujan yang terus turun akhir-akhir ini.

Rusaknya jembatan penghubung Desa Lemahireng menuju Kecamatan Ceper itu membuat warga terpaksa menempuh jalur lain yang lebih jauh. Saat ini, jembatan tidak bisa dilalui apalagi kendaraan roda empat.

Saat ini, sayap jembatan yang ambrol mencapai panjang sekitar 24 meter dengan ketinggian dari permukaan sungai sekitar 5 meter. Untuk menghindari jatuh korban, warga menutup akses jalan menuju jembatan agar warga tidak melintas.

Baca : Korupai APBDes, Kades Jotangan Divonis 3,5 Tahun

Baca : Mantan Kades Sanggrahan Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

‘’Kejadiannya sekitar jam 02.00, saya sudah bangun tiba-tiba terdengar suara bruk. Saat saya cek keluar, ternyata sayap jempatan ambrol,’’ kata Sunarto (63) warga Lemahireng yang rumahnya di depan lokasi longsor.

Menurutnya, proses longsor tidak sekali tapi beberapa kali. Longsor yang terakhir terjadi sekitar pukul 07.00. Dia pun berinisiatif menutup jalan dengan membuat palang bambu. Hal itu untuk mencegah warga melintas, terutama pada pedagang yang menuju ke pasar dan pekerja yang hendak menuju pabrik di kawasan Ceper.

Jalan selebar 3,5 meter dan talud di samping jembatan juga ikut longsor hampir separuh, sehingga sangat berbahaya bila dilalui kendaraan. Selain itu, bisa membuat longsor semakin parah.

Kades Lemahireng, Sri Wahyuni mengatakan ambrol jalan dan jembatan di RW 7 dan RW 8 Dukuh Lemahireng membuat akses jalan menuju Ceper terputus. Padahal jembatan itu merupakan jalan ramai oleh anak sekolah, pedagang dan pekerja terutama saat pagi.

‘’Kerusakan jembatan dan talud sudah ditinjau dari Kecamatan Pedan dan BPBD Klaten. Sudah ada kiriman 1000 karung untuk penanganan darurat, agar longsor tidak meluas. Hari ini, warga bergotong royong untuk mengisi karung dengan tanah dan ditata dibagian yang longsor,’’ kata dia.

Rencananya, Kamis (28/3), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan mengirimkan alat berat. Warga berharap, bisa segera dilakukan perbaikan permanen agar tidak berbahaya bila hujan deras turun dan jembatan bisa dilalui lagi.(Merawati Sunantri)

Tinggalkan Pesan