HANCUR : Plafon di ruang kelas II SDN Serut 2 Kecamatan Nguter, hancur karena ambrol. Foto : istimwas

SUKOHARJO,newsreal.id- Siswa kelas I SDN Serut 2 Nguter yang tertimpa plafon kelas yang ambrol, tidak masuk sekolah karena trauma.

Padimiyati, guru SDN II Serut mengatakan, ada 10 anak kelas I yang izin tidak masuk sekolah. Mereka diduga masih trauma dengan kejadian tersebut. Menurut dia, pada saat kejadian itu di dalam kelas ada 13 anak.
“Sebenarnya total 15 anak satu kelas, tetapi dua tidak masuk saat kejadian. Sementara itu, hari ini (kemarin,red) ada 10 anak yang tidak masuk karena orang tuanya khawatir anaknya masih trauma,” jelas Padimiyati.
Namun demikian, lanjut dia, secara umum siswa-siswa tersebut tidak apa-apa. orang tua mereka hanya minta izin agar anaknya tenang dulu. Setelah itu mereka akan kembali masuk sekolah. Terkait dengan kejadian tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sukoharjo memerintahkan agar ruang kelas SDN Serut II, Kecamatan Nguter yang ambrol direhap secepatnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, sudah turun langsung ke lokasi kejadian. Ruangan yang plafonnya ambrol sudah dicek seluruhnya dan akan segera dilakukan rehap.
“Saya sudah meminta agar secepatnya direhap. Yang jelas, kondisi rangkanya masih bagus, hanya plafon saja yang ambrol. Beruntung saat kejadian tidak ada korban dari para siswa,” jelas Darno. (heru Susilo)

Tinggalkan Pesan