kekeringan-wonogiri2

WONOGIRI,newsreal.id- Kekeringan selalu saja melanda wilayah gersang seperti Wonogiri. Guna menghadapi musim kering mendatang, khususnya di wilayah selatan kabupaten tersebut Pemkab Wonogiri menganggarkan dana sekitar Rp 15 miliar. Dana itu untuk membangun jaringan air bersih yang bersumber dari Banyutowo Paranggupito, Seropan Gunung Kidul, dan Luweng Songo Pracimantoro.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, tahun lalu dana sebesar Rp 10 miliar sudah dialokasikan untuk membangun jaringan air bersih di beberapa titik, salah satunya jaringan air bersih dari Sumber Waru, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito.
“Tahun ini akan ada Rp 4 miliar untuk (membangun jaringan air bersih dari) Seropan, Rp 5 miliar untuk Banyutowo yang sumur ujinya sudah membuahkan hasil, dan Rp 1 miliar untuk Luweng Songo. Nanti akan saya tambah lagi Rp 5 miliar,” katanya.

Baca : Berbiaya Rp 1,2 Miliar, Tiga Sumur Penuhi Kebutuhan Air 7.800

Baca : Selama Februari, Kerugian Akibat Bencana Alam di Kota Gaplek Telan Rp 681 Juta

Dia menegaskan, upaya mengatasi kekeringan sudah menjadi program kerja pemerintahannya. Program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Pihaknya menargetkan persoalan kekurangan air bersih akan terselesaikan seluruhnya pada 2020 mendatang. “Tahun 2020 harus bebas kekeringan,” katanya.
Heri Sutopo kepala Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito mengatakan, sekitar 2.000 jiwa warganya sebelumnya mengalami kesulitan air bersih saat kemarau tiba. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab kemiskinan karena warga harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli air. Setiap kemarau tiba, total uang yang dikeluarkan warga Desa Gendayakan untuk membeli air bisa mencapai Rp 600-700 juta. (Khalid Yogi)

Baca : Aparat Jamin Keamanan Warga Pengguna Hak Pilih

Tinggalkan Pesan