pengolahan-sampah-sukoharjo

SUKOHARJO,newsreal.id – Pengelolaan sampah Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kartasura menjadi jujukan bagi daerah lain yang ingin belajar mengolah sampah. Ini seperti kunjungan dari 11 desa di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar yang akan mengembangkan dan mengelola sampah, Kamis (28/3).  

“Luat biasa gerakan Camat Colomadu yang membawa semua kepala desa dan BPD untuk belajar pengelolaan sampah sampah. Tidak hanya itu tapi juga pengelolaan lingkungan di kampung wisata educasi kopen Ngadirejo,” ujar Ketua Kampung Wisata Edukasi Kopen Ngadirejo, Suryono Arif Wijaya, disela-sela menerima kunjungan, kemarin.

Para kades, BPD dan Camat Colomadu mendapatkan penjelasan tentang bagaimana mengelola sampah menuju sistem zero waste (tidak ada sampah). Di Kelurahan Ngadirejo terkenal dengan pengelolaan sampah an organic yang dikelola dengan bank sampah dan dibuat kerajinan untuk menaikkan harga sampah. Lalu dipakai kembali sebagai tempat media tanam.

Baca : 1.503 Kader Siaga Trantib Dilibatkan Pam Pilpres

“Mereka juga kami ajak ke proses pembuatan pupuk sampah dari sampah. Mereka sangat antusia, banyak yang menanyakan seputar menangani sampah organik rumah tangga yang efisien, bagaimana membentuk bank sampaj dan mengelola lingkungan,” papar dia.

Menurutnya, sampah organik dikelola menjadi kompos dengan menggunakan komposter, biopori, Takakura maupun dikelola secara komunal. Hasil pengelolaan kompos selain dijual juga digunakan untuk bertanam sayuran maupun buah.

“Sesuai slogan Sampahmu adalah Rupiahmu, mari kelola sampah untuk mendapatkan rupiah, sampah bukan masalah. Kami berharap Kecamatan Colomadu bisa menangani sampah dengan baik, benar dan menghasilkan,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Colomadu, Yopi Eko Jati Wibowo mengatakan sangat tertarik dengan pengelolaan sampah di Kelurahan Ngadirejo yang melibatkan warga. DI Wilayah Colomadu itu masalah sampah masih konvensional dan volume sampah masih komplek.

Baca : Sering BAB di Sungai, TMMD Bangunkan MCK Umum

“Makanya kami ajak kades dan BPD kesini untuk belajar awal penanganan sampah. Harapan saya kedepan sampah di Colomadu bisa tertangani di desa masing-masing, jadi tidak membuat sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,” terangnya.

Volume sampah satu desa itu bisa mencapai satu sampah dua ton perharinya. Tahun ini penanganan sampah bisa dimulai, karena akan dibantu satu desa satu mesin pengolahan sampah oleh Bupati. “Sebelum mesin itu datang, kades-kades sudah persiapan. Jadi saat mesin datang langsung bekerja, harapannya segera mungkin penangan sampah saja dan nanti tidak ada TPS,” tandas dia. (Ari Welianto)

Baca : Sukoharjo Uji Coba Aspal Buton

Tinggalkan Pesan