flyover-palur-kra

KARANGANYAR,newsreal.id – Bupati Juliyatmono menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana PT KAI untuk menutup jalan di bawah fly over Palur setelah pemasangan wessel atau alat pengatur sinyal lansir kereta.

‘’Kalau ditutup terus maka di sekitar itu akan jadi kota atau wilayah mati. Padahal Palur itu pintu gerbang masuk Karanganyar. Selama ini kita menggunakan jalur itu untuk transportasi,’’ kata dia Jumat .

Dia mengatakan, sebaiknya PT KAI mempertimbangkan aspek sosiologi untuk masalah itu. Karena kalau ditutup maka kasihan anak sekolah dan pedagang sayur yang harus memutar. Juga warga lain yang melintas setelah dari arah Sragen.

Baca : Pasang Wessel, PT KAI Minta Jalan di Bawah Fly Over Ditutup

Kalau alasannya perundang-undangan, maka perundang-undangan itu fleksibel dan harus mempertimbangkan banyak aspek, bukan perundangan an sich. Karena itu faktor masyarakat dan juga faktor lain yang bisa dipertimbangkan.

Jika hanya wessel yang jadi pertimbangkan, maka bisa dicari teknologi yang canggih yang memungkinkan alat itu tidak rusak jika dilewati kendaraan. Agar kedua-duanya tetap jalan. Intinya masih bisa dirembug agar kepentingan masyarakat bisa tetap tidak terganggu.(Joko DH)

Baca : Tahun Ini Belum Ada Bantuan Alsintan

Tinggalkan Pesan