kampanye-terbuka

SOLO,newsreal.id – Menjelang pesta Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu), Presiden, DPR RI, DPD, DPRD kota dan Kabupaten, puluhan ulama berkumpul di Pagelaran Keraton Surakarta, Jumat (29/3) malam. 

Para tokoh agama dari berbagai ponpes, ormas, secara aklamasi menggelar Silahturahmi bersama ribuan umat.

Silahturahmi Umat bertema Pesan Damai Dari Solo Untuk Indonesia yang digelar di Pagelaran Keraton Surakarta, berlangsung mulai jam 20.30 hingga pukul 00.05, dengan berbagai rangkaian acara.
Sejumlah ulama yang hadir diantaranya, ustad Ahmad Sukino, (MTA) Ustad Subari (Muhammadiyah).

Habib Umar Asegaf, Ustad Buya Soni, Ustad Wahyudin (Ponpes Ngruki), Ustad Mu’inudillah (DSKS) Sofwan Fauzi (NU), Ustad Syihabudin (Isy Karima), Muhamad Halim (Ta’mirul Islam).

Tampak hadir juga dipanggung yakni Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Ali Akwan, perwakilan dari Pemkot Surakarta maupun wakil dari Keraton Surakarta.

Pengasuh Pompes Isy Karima, Ustad Syihabudin usai acara mengemukakan sejak dahulu pergerakan nasional itu dimulai dari Solo. Sehingga, tanpa disadari, secara sosiologis, masyarakat menunggu apa sikap dari Solo.

“Nah kadang-kadang kalau tidak dibuatkan sikap maka rasional pula menunggu apa yang dilakukan Solo maka akan tersirat satu dengan yang lain. Kedua, Solo jangan sampai dikesankan terjadi pertentangan satu dengan yang lain. Cukuplah tahun 1898 saja dan itu peristiwa yang harus kita tutup rapat-rapat,”papar Syihabudin.

Sehingga, lanjut Ketua Yayasan Isy Karima Karanganyar itu, dengan berkumpulnya para pemimpin ormas keagamaan ini tidak ada lagi kecurigaan antar kelompok di Solo. Apalagi dalam silahturahmi ini tidak hanya dihadiri dari elemen muslim saja. Namun, elemen non muslim pun diundang.

“Pesan ini bukan hanya untuk umat Islam saja, melainkan untuk semua elemen di Kota Solo. Mudah-mudahan dengan adanta silahturahmi damai ini, sikap Solo bisa dilihat. Dan Insyaallah secara nasional pun bisa melihat sikap ini,”jelasnya.

Menyusul meningginya eskalasi suhu politik jelang pilpres ini, Syihabudin mengaku bisa dimaklumi. Apalagi, sejak dahulu bangsa Indonesia itu adalah masyarakat pertarung. Sehingga untuk meredam meningginya suhu politik jelang pilpres bisa dilakukan dengan selalu menjaga silahturahmi.

“Kita yakin semuanya bertarungnya satria. Dan semuanya bisa menerima, serta semuanya berpandangan Kedepan Indonesia harus menjadi negara terbaik negara super power seperti yang dikatakan pemimpin negara lain,” paparnya. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan