henry-indraguna-tikus-pithi

KARANGANYAR, newsreal.id. Simpatisan Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris diminta mendukung calon legislatif (caleg) dan calon senator yang berasal dari ormas tersebut, agar berhasil duduk di lembaga legislatif dan DPD.
Permintaan itu ditegaskan Ketua Pusat Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris Tuntas Subagio, di depan simpatisan ormas yang mengikuti konsolidasi nasional di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (31/3).
Hadir di acara itu, Dewan Pusat Bidang Hukum Ormas Tikus Pithi KRAT Henry Indraguna SH, CLA, CIL yang juga caleg DPR RI Dapil Jateng V (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten) dari Partai Perindo, juga calon anggota DPD RI Budi Yuwono yang juga simpatisan ormas tersebut.
Tuntas meminta agar seluruh simpatisan Tikus Pithi mengajak keluarga, saudara maupun tetangga dan kawannya, mendukung caleg maupun calon senator yang berasal dari ormas tersebut.
“Dengan konsep sekasur, sedapur, sesumur, ajak istri, suami, keluarga, kerabat, untuk mendukung caleg dari Tikus Pithi, baik yang mencalonkan diri di DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi maupun kabupaten,” tandasnya.
Menurutnya, sudah saatnya Tikus Pithi memiliki wakil di lembaga legislatif, yang bisa lebih berperan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. “Indonesia sudah merdeka 73 tahun, tapi masih negara berkembang. Karena itu, Tikus Pithi harus ikut berperan, menjadikan negara ini semakin maju, melalui anggotanya yang ada di legislatif,” tegasnya.

Baca : Sediakan Konsultasi Hukum Gratis

Baca : Generasi Milenial Harus Bisa Jadi Wakil Rakyat

Sementara itu, Henry Indraguna mengapreasi dukungan dari Tikus Pithi atas pencalonannya sebagai anggota DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jateng V. Dia menilai, kekuatan ormas tersebut luar biasa. “Sebab, ormas ini bergerak di tingkat paling bawah, grass root, dengan anggota jutaan di seluruh Indonesia. Jadi dukungan ini sangat berarti. Sebab, mereka merapat untuk mendukung caleg dari ormas ini,” katanya.
Henry juga menilai, visi misi ormas tersebut sejalan dengan visi misi yang diusungnya dalam pencalegan, yakni membela rakyat kecil. “Karena itu, saya tertarik untuk bergabung dan berkarya di sini, untuk membela rakyat cilik. Itu kenapa, saya kemudian diangkat menjadi Dewan Pusat Bidang Hukum Ormas Tikus Pithi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Henry menegaskan, bahwa dalam pencalonannya sebagai anggota DPR RI menghindari praktik politik uang.
“Saya suarakan revolusi mental 2019, no money politics. Sudah cukup rakyat kita dibohongin, dibodohin dengan amplop Rp 25 ribuan, Rp 50 ribuan. Setelah jadi, anggota DPR itu tidak akan datang lagi, karena merasa sudah membeli suara rakyat. Jika itu caranya, tidak akan ada perubahan dan Indonesia akan dipenuhi koruptor terus,” katanya.
Konsekuensi dari cara yang dia pilih, menurut Henry adalah dipilih atau tidak dipilih. “Yang jelas, kami datang dengan niat membela wong cilik. Jika niatnya baik, hasilnya akan baik. Wong niat ra apik wae iso didukung, apalagi kalau niatnya baik,” ujarnya. (Irfan Salafudin)

Baca : Warga Diajak Jaga Kerukunan

Tinggalkan Pesan