TANDATANGAN : Lurah dan Kades di Kabupaten Karanganyar menandatangani kesepakatan pengelolaan sampah. Foto : Joko DH

KARANGANYAR,newsreal.id – Sebanyak 177 kepala desa dan lurah se Kabupaten Karanganyar sepakat masalah sampah akan tuntas sampai di tingkat desa dan lurah.

Tempat Pembuangan akhir (TPA) ke depan tinggal mengelola sampah yang tersisa yang tinggal sedikit lagi dari 160 ton sampah setiap hari di Karanganyar. Hal itu ditegaskan seluruh kades dan lurah saat meneken kesepakatan dan komitmen bersama untuk menuntaskan sampah agar soal lima pilar STBM (sanitasi terpadu berbasis masyarakat) yang hampir rampung di Karanganyar bisa tuntas. Kesepakatan bersama diteken di Gedung DPRD Karanganyar, Kamis.

Lima pilar tersebut adalah cuci tangan dengan sabun, kebiasaan itu sudah bisa diterapkan seluruh anak SD yang menjadi basis. Kedua buang air sembarangan, ini Karanganyar terbaik kedua nasional dan sudah tuntas akhir 2017. Ketiga, pengolahan air bersih. Ini juga sudah tuntas pada tahun ini, dengan dibangunnya waduk Gondang untuk pemasok bahan baki air bersih. Keempat pengelolaan limbah cair, ini sudah tuntas berbarengan dengan BABS dituntaskan.

‘’Tinggal sampah yang saat ini masih menjadi masalah, dan diupayakan harus tuntas sampai di desa, dan masyarakat sudah mulai memiliki sikap tidak buang sampah sembarangan serta sudah mulai mengelola sampah menurut jenisnya,’’ kata Bupati Juliyatmono saat menyaksikan penandatanganan kesepakatan itu.

Dia mengaku risau, sampah ini ibarat teroris yang mengancam dan masih menjadi ancaman semua warga. Pengelolaannya masih belum baik. TPA Sukosari masih menjadi andalan dan di beberapa daerah warga mengeluhkan sampah.(joko dh)

Tinggalkan Pesan