masyarakat-pendingin-pemilu
 
 
KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Masyarakat diminta ikut menjadi “mesin pendingin” suasana menjelang pemilu, dengan tidak menyebarkan informasi-informasi yang masih diragukan kebenarannya. 
Sebab, penyebaran informasi palsu akan memperkeruh suasana, sehingga suasana damai menjelang pesta demokrasi akan terusik. 
Permintaan itu disampaikan Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi di acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Karanganyar di Plasa Alun-Alun Karanganyar, Kamis (4/4) malam. 
Kegiatan yang digelar dalam rangka menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilu 2019 tersebut menghadirkan Habib Alwi bin Nuh Al Haddad dan KH Abdullah Saad untuk menyampaikan tausiyah.  Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah hadir untuk mengikuti acara tersebut. 
“Sudah sering disampaikan, kami berharap agar masyarakat bisa menjadi “mesin pendingin”. membawa kesejukan ke masyarakat, dengan ikut mengantisipasi broadcast informasi hoaks atau palsu. Jika ada berita, jangan langsung diterima begitu saja. Jika tidak benar, putus mata rantainya, jangan disebar lagi,” katanya. 
Kapolres menegaskan, dengan langkah seperti itu, diharapkan situasi kamtibmas di Bumi Intanpari akan aman dan tentram, menjelang pemilu maupun sesudahnya. 
“Kami harapkan juga, masyarakat yang memiliki hak pilih menggunakannya pada 17 April. Silakan mau pilih siapa, jangan golput. Juga jangan sampai terjadi perpecahan, silaturahmi jangan terputus, hanya karena beda pilihan,” tandasnya. 
Menurutnya, jika masyarakat bersikap golput, sama saja dengan tidak berpartisipasi menyukseskan pembangunan. “Sebab pemilu ini untuk menentukan arah bangsa dan negara,” tegasnya. 
Bupati Karanganyar Juliyatmono juga menyampaikan hal senada. Dia berharap, masyarakat tetap guyub rukun, ayem tentrem, menjaga persatuan dan kesatuan meskipun berbeda pilihan dalam pemilu. 
“Semoga hajat besar pemilu berjalan damai dan lancar. Nyuwun tulung, bantu polisi dan TNI dalam menjaga situasi aman terkendali, ayem, tentrem. Ojo melu-melu dadi provokator. Pilih calon pemimpin yang baik. Ojo mung gaco nyoblos. Ingat juga, MUI sudah berfatwa bahwa golput haram. Bismillah, pakai hati nurani, Allah meridhoi pemimpin yang terpilih nanti,” katanya. (Irfan Salafudin) 
 

Tinggalkan Pesan