mabes-polri-kunjungi-ngruki


SUKOHARJO,newsreal.id – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) gencar melakukan kunjungan dan silahturahmi di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Salah satunya ke Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Sabtu (6/4).

Pada kunjungan tersebut Mabes Polri diwakili oleh AKBP Syuhami. Dia, diterima langsung oleh Ketua Yayasan Al Mukmin Ngruki, Ustad Wahyudi di dampingi sejumlah pengurus lainnya.

“Sebelum kesini, kami sudah berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia. Seperti Aceh, Sumatera Utara, maupun Jawa Barat,” ujar Perwakilan Mabes Polri, AKPB Syuammi, kemarin.

Menurutnya, merasa bangga dan kagum dengan perkembangan Ponpes Al Mukmin Ngruki yang telah banyak berubah dan terbuka. “Suasana dengan 17 tahun lalu sudah berbeda jika dibandingkan sekarang. Dulu begitu tertutup, sekarang luar biasa sudah terbuka untuk umum, berkembang, baik sisi pendidikan maupun ibadah,” kata dia.

Kedatangannya kesini selain untuk mempererat tali silahturahmi, juga untuk membangun sinergitas bersama guna menciptakan ketertiban dan keamanan jelang Pemilu 2019. Diharapkan Ponpes bisa ikut mendukung terciptanya suasana kondusif selama masa pemilu.

“Sekarang ini momennya Pemilu, yang mana karena pemilu tensinya meningkat. Jadi bagaimana kita bisa menyejukan sehingga tercipta suasana pemilu damai, aman, lancar dan tertib,” ungkapnya.

AKPB Syuhaimi juga meminta agar masyarakat untuk menangkis beredarnya berita hoaks yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi ini menjelang pemilu bisa memperkeruh suasana dan itu harus di antisipasi oleh semua pihak. “Kebanyakan itu beredar lewat media sosial (medsos), masyarakat bacanya sepotong-sepotong. Beda kalau kita membaca media mainstream, Koran, buku yang runtutannya jelas dan informasinya mendalam,” imbuhnya.

Sukesekan Pemilu 

Sementara itu Ketua Yayasan Al Mukmin Ngruki, Ustad Wahyudi menyambut baik kedatangan dari Mabes Polri ini. Pihaknya juga siap untuk menyukseskan Pemilu 2019 nanti. “Kami membuka diri dengan kunjungan silaturahmi dengan siapa saja, hubungan kami dengan Kepolisian, TNI dan lembaga lain juga baik,” terang dia.

Saat ini di Ponpes Al Mukmin ada 1300 santri, ada sekitar 500 santri yang sudah memiliki hak pilih dan belum pindah alamat. Saat Pemilu nanti akan diliburkan agar mereka bisa pulang dan memilih ke tempat asalnya. “Kita sudah minta agar para santri bisa menggunakan hak pilihnya dan tidak golput,” pungkasya. (Ari Welianto)

Tinggalkan Pesan