caleg-kra-dicoret
Foto : ilustrasi

BOYOLALI,newsreal.id -Gara-gara kampanyekan istri yang nyaleg sebagai anggota DPRD Kabupaten Boyolali, Kades Manggis, Kecamatan Mojosongo, Muhajirin dilaporkan ke Bawaslu Boyolali.

Muhajirin dilaporkan atas dugaan pelanggaran kampanye dan diteruskan Bawaslu ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) setempat. Menurut informasi, kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan, saat memberikan sambutan mewakili yang punya hajat , Kades diduga mengkampanyekan isterinya yang kebetulan mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Boyolali.

“Kami menerima laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran pemilu itu, Kamis tanggal 4 April,” kata Anggota Bawaslu Boyolali, Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal), Rubiyanto.

Rubi menyatakan, terlapor dianggap telah melanggar Pasal 490 junto 282 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan ancaman hukuman satu tahun dan denda Rp 12 juta.

Dari laporan itu, Bawaslu langsung menindaklanjuti aduan tersebut dengan melakukan kajian awal. Kajian tersebut untuk menentukan apakah termasuk pelanggaran pemilu atau tidak. Dalam laporannya, pelapor juga menyertakan rekaman video. “Hari Jumat (5/4) kami langsung menggelar Rakor (rapat koordinasi) bersama Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).”

Hasilnya, Tim Sentra Gakkumdu menyatakan laporan tersebut telah memenuhi syarat materiil dan formil. Keputusan Sentra Gakkumdu ini menjadi dasar untuk dilakukan tindak lanjut atas dugaaan tindak pidana Pemilihan Umum ini. 

Untuk itu para saksi dan terlapor bakal dimintai klarifikasi Senin (8/4). Pihaknya menjadwalkan pemanggilan 3 orang saksi pelapor dan terlapor. Selain itu, beberapa saksi lain juga bakal dimintai keterangannya. 

Kades Muhajirin mengaku belum tahu kalau dirinya dilaporkan ke Bawaslu. Dihubungi melalui ponselnya, Minggu (7/4), dia menyatakan tidak pernah melakukan kampanye. “Saya belum tahu seperti itu. Saya malah tahu setelah tadi anda menelepon,” katanya.

Dirinya menyatakan,  tidak ada kampanye seperti yang disampaikan Bawaslu. Dirinya mengaku sempat memberikan sambutan dalam sebuah  kegiatan pengajian. Namun, dirinya hanya melakukan sosialisasi sesuai tugas seorang kades.

Diantaranya, mengajak warga untuk mensukseskan pemilu serentak dengan menggunakan hak pilihnya. Warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik diingatkan segera melakukan perekaman dan selanjutnya mendownload aplikasi KPU RI dengan menggunakan NIK agar masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). (Joko MUrdowo)

 

Tinggalkan Pesan