Figur-Endra-Wijaya

FAKTOR usia yang terus bertambah tidak bisa memaksa Endra Wijaya untuk tetap selalu beradu kebut di jalur atlet prestasi. Pebalap sepeda Solo kelahiran 1 September 1986 tersebut pun menata diri untuk mulai menularkan pengalaman kepada para yuniornya di Kota Bengawan.

‘’Ke depan, tidak mungkin saya terus berkompetisi di jalur atlet. Saya masih tetap berlatih, tapi kini mulai turut memikirkan dan mengawal latihan bagi adik-adik, demi prestasi atlet-atlet remaja Solo,’’ kata Endra.

Peraih dua medali emas dan sekeping perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 tersebut pun terkadang mendampingi latihan Andriyan Hidayat, Shindu Ardiyanto dan Annisa Destein Cindy Qiawati. Langkahnya tersebut mendapat respons positif dari pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo, Agus Sadiyanto.

‘’Saya tetap berkomunikasi mengenai program latihan atlet dengan Mas Agus. Saya juga harus membagi waktu saya dengan urusan pekerjaan dan rintisan usaha,’’ tutur suami Yuyul Sri Agustina itu.

Ya, bapak seorang anak tersebut saat ini menjadi anggota tenaga satuan pengamanan yang ditugaskan di lingkungan Pemkot Surakarta. Jadi sebagian waktunya tersita untuk pekerjaan. Sebagian waktu lainnya digunakan untuk memproses air suling kesehatan yang menjadi bagian dari kegiatan usahanya.

Belum Total

Karena itu, lelaki yang tercatat sebagai warga Jalan Bungur VIII RT 1 RT 6 Punggawan, Banjarsari Solo tersebut mengaku belum bisa total membantu melatih atlet-atlet yuniornya. Lebih-lebih Endra juga merintis usaha yang tak jauh dari dunianya, balap sepeda. Dia membuka jasa perbaikan sadel sepeda balap.

‘’Jadi sadel-sadel mahal yang pelapisnya mulai aus, terkelupas atau rusak, bisa diperbaiki. Pelapisnya saya ganti menggunakan kulit sapi yang halus, sehingga sadel itu bisa kembali bagus dan nyaman digunakan bersepeda,’’ tutur peraih medali emas balap sepeda nomor road race beregu pada SEA Games 2011 tersebut.

Kendati masih berupa rintisan, tetapi usaha perbaikan sadel itu mulai berjalan. Beberapa pemilik sepeda mahal yang sadelnya mulai usang, meminta jasanya untuk memperbaiki. ‘’Yah, lumayan. Yang jelas, semua peluang akan saya coba,’’ ujar pembalap yang cukup lama memperkuat tim Customs Cycling Club (CCC) Jakarta tersebut.(Setyo Wiyono)

Tinggalkan Pesan