Irjen-Kemenristekdikti-Prof-Dr-Jamal-Wiwoho
FOTO DIRI : Prof Jamal Wiwoho, Rektor UNS Surakarta.

SOLO newsreal.id-Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyebutkan adanya temuan di 37 satuan kerja (satker) di bawah Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenristekdikti Prof Dr Jamal Wiwoho SH MH mengemukakan, berkait temuan tersebut pihaknya menggelar rapat kerja dan pendampingan di Solo selama tiga hari. Pihaknya juga memanggil 37 satuan kerja tersebut untuk mengikuti rapat kerja dan pendampingan tersebut.

“Rapat kerja ini menindaklanjuti adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di 37 satker Kemenristekdikti, ” kata Prof Jamal kepada wartawan.
Dipaparkan, Menristekdikti Prof Dr M Nasir meminta Irjen untuk menindaklanjuti adanya berbagai temuan BPK tersebut.
“Menteri meminta sebelum berakhirnya masa kerja kabinet pada Oktober mendatang sudah beres. Kami menarget sebelum akhir April, temuan temuan BPK dari 2015 hingga 2018 sudah bisa diselesaikan,” paparnya.
Menurut Prof Jamal, temuan BPK di 37 Satker variatif, tapi lebih banyak bersifat administrasi.

Sebelumnya pihaknya juga telah mengundang 7 unit utama di Kemenristekdikti diantaranya Sekjen dan sejumlah direktorat jenderal. Harapannya tujuh unit utama bisa lebih baik.

Selama rapat kerja di Solo Irjen siap melakukan pendampingan pada 37 Satker. Apakah mereka selama ini sudah menindaklanjuti terhadap apa yang direkomendasikan BPK. Jika belum, satker diminta membawa berkas berkasnya. “Posisinya seperti apa, kami telah menyiapkan inspektur dan sejumlah auditor untuk membantu penyelesaiannya.”

Dikemukakan, penyelesaian berbagai temuan BPK sangat penting karena Kemenristekdikti pada 2018 telah meraih opini WTP. Yang lebih penting lain Menteri Prof Nasir tidak ingin ada tunggakan masalah pada masa kepemimpinannya di Kementerian Ristekdikti. Karena itu pihaknya siap bekerja maraton untuk menyelesaikan temuan BPK di 37 Satker. (Evie Kusnindya)

Tinggalkan Pesan