*Dampak Penambahan Pengangkutan SUKOHARJO,newsreal.id – Tumpukan atau volume sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di depan Terminal Kartasura berkurang. Ini tidak lepas setelah adanya penambahan waktu pengangkutan sampah di TPS tersebut. “Sekarang tumpukan sampah TPS Kartasura berkurang. Kondisinya tidak seperti dulu lagi, yang menumpuk dan berserakan,”ujar Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Dwi Yulianto, kemarin. Bahkan sekarang jarak pengurasan sampah di TPS itu jadi lebih lama. Jika biasanya pengurasan itu satu bulan sekali, namun ini sudah satu bulan lebih ini belum di ambil atau Minggu (7/4) kemarin . Volume sampah yang dikuras juga berkurang, biasanya sampai 60 truk dalam satu bulan sedangkan sekarang kemungkinan hanya 40 an truk. “Meski tumpukan dan volume berkurang, tapi belum bisa benar-benar bersih setiap harinya. Apakah penambahan pengangkutan efektif atau tidak, mungkin perlu kami rembug bersama dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya. Jadi sampai sekarang TPS Kartasura atau depan terminal masih tetap buka. Memang DLH sampai sekarang masih mengkaji perlu tidaknya TPS ditutup dan mencari solusi. Sejak adanya penambahan sampai sekarang sudah ada hasilnya maski belum optimal. “Minggu kemarin kami kuras dan masih tetap buka,” imbuhnya. Sekarang ini total ada empat armada untuk pengangkutan sebelumnya hanya tiga armada. Satu armada itu bisa dua kali pengangkutan dalam satu hari dan satu minggu sekitar 13 kali. Untuk pengambilannya itu setiap hari, ini untuk meminimalisir adanya penumpukan sampah. “Untuk ukuran TPS itu sekitar 6 x 10 meter. Namun sudah tidak mampu menampung, jadi tidak sebanding dengan pembuangan sampah. Bahkan dulu kondisinya itu pernah sampai depan pintu,” kata dia. DLH terus mencari solusi untuk penanganan sampah di sejumlah wilayah Sukoharjo. Itu seperti di TPS Desa Banaran Kecamatan Grogol, disana juga ada penambahan pengangkutan sampah. Dari dua kali pengangkutan dalam satu minggu menjadi empat kali, sedangkan untuk di TPS Tambak perlu berkoordinasi dengan desa setempat. “Penanganan sampah terus kita lakukan. Hanya saja terkendala masih minimnya armada atau truk pengangkut sampah, jadi dibagi waktu pengambilan di wilayah Sukoharjo,” pungkas dia. (Ari Wlianto)

*Dampak Penambahan Pengangkutan

SUKOHARJO,newsreal.id – Tumpukan atau volume sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di depan Terminal Kartasura berkurang. Ini tidak lepas setelah adanya penambahan waktu pengangkutan sampah di TPS tersebut. “Sekarang tumpukan sampah TPS Kartasura berkurang. Kondisinya tidak seperti dulu lagi, yang menumpuk dan berserakan,”ujar Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Dwi Yulianto,.

Bahkan sekarang jarak pengurasan sampah di TPS itu jadi lebih lama. Jika biasanya pengurasan itu satu bulan sekali, namun ini sudah satu bulan lebih ini belum di ambil atau Minggu (7/4) kemarin . Volume sampah yang dikuras juga berkurang, biasanya sampai 60 truk dalam satu bulan sedangkan sekarang kemungkinan hanya 40 an truk.

“Meski tumpukan dan volume berkurang, tapi belum bisa benar-benar bersih setiap harinya. Apakah penambahan pengangkutan efektif atau tidak, mungkin perlu kami rembug bersama dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Jadi sampai sekarang TPS Kartasura atau depan terminal masih tetap buka. Memang DLH sampai sekarang masih mengkaji perlu tidaknya TPS ditutup dan mencari solusi. Sejak adanya penambahan sampai sekarang sudah ada hasilnya maski belum optimal. “Minggu kemarin kami kuras dan masih tetap buka,” imbuhnya.

Sekarang ini total ada empat armada untuk pengangkutan sebelumnya hanya tiga armada. Satu armada itu bisa dua kali pengangkutan dalam satu hari dan satu minggu sekitar 13 kali. Untuk pengambilannya itu setiap hari, ini untuk meminimalisir adanya penumpukan sampah.

“Untuk ukuran TPS itu sekitar 6 x 10 meter. Namun sudah tidak mampu menampung, jadi tidak sebanding dengan pembuangan sampah. Bahkan dulu kondisinya itu pernah sampai depan pintu,” kata dia.

DLH terus mencari solusi untuk penanganan sampah di sejumlah wilayah Sukoharjo. Itu seperti di TPS Desa Banaran Kecamatan Grogol, disana juga ada penambahan pengangkutan sampah. Dari dua kali pengangkutan dalam satu minggu menjadi empat kali, sedangkan untuk di TPS Tambak perlu berkoordinasi dengan desa setempat.

“Penanganan sampah terus kita lakukan. Hanya saja terkendala masih minimnya armada atau truk pengangkut sampah, jadi dibagi waktu pengambilan di wilayah Sukoharjo,” pungkas dia. (Ari Wlianto)

Tinggalkan Pesan