klarifikasi-camat-bawaslu

*Video Camat Diduga Kampanye

WONOGIRI,newsreal.id- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri akan memanggil para saksi dan pelapor pada Kamis (11/4), untuk dimintai klarifikasi terkait adanya video yang menayangkan sebuah acara di pendapa Kecamatan Purwantoro. Selanjutnya, Bawaslu juga akan memanggil terlapor, yakni Camat Purwantoro Joko Susilo.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri Mahbub Ali mengatakan, selain memperoleh videonya, dia juga telah menerima laporan dari masyarakat mengenai video itu. “Ada warga Purwantoro yang melapor,” katanya, Rabu (11/4).

Dengan adanya pelapor, kasus itu kini teregistrasi sebagai dugaan pelanggaran pidana Pemilu. “Sudah ada dua alat bukti, yakni video dan dua orang saksi,” terangnya.

Bawaslu berencana memanggil para saksi dan pelapor untuk diklarifikasi pada Kamis (11/4). Apabila memungkinkan, pihaknya juga memanggil terlapor pada hari yang sama. Dia tidak menampik kemungkinan akan bertambahnya saksi.

Bahkan, kasus bisa berkembang karena di dalam video tersebut Joko Susilo juga menyebut nama Bupati. “Bisa berkembang karena terlapor mencatut nama jabatan tertentu,” ujarnya.

Seperti diketahui, video itu menjadi perhatian karena Camat Purwantoro Joko Susilo terekam menyampaikan arahan untuk Pemilu dengan menyebut Presiden Jokowi dan beberapa calon legislatif.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo membantah telah mengarahkan Camat untuk memilih calon tertentu dalam Pemilu. Bupati menyatakan sangat memahami aturan, sehingga dia tidak mungkin mengarahkan Camat, Kades, Lurah, maupun perangkat desa untuk memilih calon tertentu.

Sementara itu, Camat Purwantoro Joko Susilo menerangkan, acara tersebut sebenarnya diadakan oleh Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di pendapa Kecamatan Purwantoro. Adapun dia diundang untuk menyampaikan sambutan.

Joko menyayangkan video tersebut hanya sepotong, tidak menayangkan acara secara menyeluruh. “Videonya hanya sepotong, tidak komplit. Seharusnya (direkam) dari awal, jadi bisa didengar oleh semua orang secara utuh,” katanya.

Menurutnya, dia dalam kesempatan itu lebih menekankan pancaprogram Bupati Wonogiri untuk disinkronkan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat. Pihaknya juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih sesuai pilihan masing-masing. Tujuannya agar tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 nanti bisa mencapai target 76%. (Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan