tps-solo-rawan


Solo,newsreal.id-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta, memetakan sebanyak 1.241 dari 1.734 tempat pemungutan suara (TPS) di Solo masuk kategori rawan terjadi gangguan saat Pemilu 17 April mendatang. Kecamatan Banjarsari menempati posisi pertama yang rawan terjadinya gangguan saat pemilihan berlangsung.
“Kami menghitung ada 71,5 persen atau sekitar 1.241 TPS di Solo yang masuk kategori rawan terjadi gesekan dan gangguan saat hari pemilihan berlangsung. Data tersebut sesuai analisis di lapangan dengan mempertimbangkan basis massa capres-cawapres,” ujar Ketua Bawaslu Surakarta, Budi Wahyono saat menggelar konferensi pers di Kantor Bawaslu, Penumping, Laweyan, Solo, Jumat (12/4).

Penentuan TPS rawan tersebut juga didasari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta melakukan simulasi pencoblosan di TPS 13, Sondakan, Kecamatan Laweyan. Diikuti 208 pemilih, simulasi tersebut berakhir pukul 00.30.
“Perhitungan suara selesai hingga pagi dini hari, itu belum termasuk menyalin formulir dokumen C1 dan penandatanganan saksi-saksi serta PPS. Ditambah lagi salinan C1 yang harus diserahterimakan kepada saksi partai politik, saksi paslon dan DPD waktunya perhitungan suara bertambah lama. Maka dari itu tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan terkuras,” kata dia.

Budi menjelaskan saat simulasi di TPS 13 Sondakan, berjalan dalam keadaan normal dan tak ditemukan permasalahan berarti serta saksi menerima semua hasil. Namun, jika terdapat persoalan perhitungan antar saksi di TPS saat 17 April nanti, bakal menambah wektu lebih lama.
“Atas dasar itu kami memberikan stressing terhadap upaya mencegah terjadinya hal-hal yang kemudian bisa menghambat proses pemungutan dan penghitungan,” katanya.

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Surakarta Agus Sulistyo mengatakan, status TPS rawan ini didasari dari empat variabel, yakni penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas, dan pemungutan suara.
Pihaknya mengungkapkan, sesuai pemetaan yang dilakukan Bawaslu, Banjarsari masuk ranking pertama sebagai kecamatan yang memiliki kerawanan gangguan di sejumlah TPS. Urutan selanjutnya, ditempati kecamatan Jebres, Laweyan, Pasarkliwon dan Serengan
“Bawaslu juga telah memetakan TPS di tiap kelurahan yang paling rawan, antara lain Kadipiro sebanyak 123 TPS, Jebres 108 TPS, Mojosongo 86 TPS, Nusukan 66 TPS, dan Semanggi 67 TPS,” ungkap Agus. (Ilham Baktora)

Tinggalkan Pesan