BERIKAN TUMPENG: Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo memberikan tumpeng kepada pedagang sebagai simbol peresmian Kawasan Kuliner Kottabarat, Solo, Rabu (11/4) malam. (newsreal.id/Ilham)

SOLO, newsreal.id – Wakil Wali Kota Surarkarta, Achmad Purnomo meminta pedagang yang menempati bekas lapangan voli Kottabarat tak menarik harga tinggi kepada para pembeli di lahan jualan baru. 

“Solo sudah dikenal dengan kulinernya, sehingga kawasan kuliner baru di Kottabarat itu jangan sampai membuat pembeli tak nyaman lantaran harga yang dipatok tinggi.,” jelas Purnomo saat meresmikan pusat kuliner baru di wilayah Solo Tengah itu.

Purnomo menjelaskan, menjelang puasa dan Ramadhan, bakal banyak wisatawan dari luar Solo yang datang. Adanya pusat kuliner baru itu jangan sampai membuat pembeli mengeluh karena harga yang tak wajar.

“Pedagang tak boleh nuthuk atau istilahnya kalkulator rusak. Harga, harus benar-benar apa adanya, jika bisa semurah mungkin. Jangan sampai ada keluhan orang dari luar Solo karena harga makanan yang mahal di Kotabarat lantaran dialek mereka dari Jakarta atau Bandung, sehingga dimanfaatkan pedagang menghargai makanan yang tidak sewajarnya,” kata dia.

Menurutnya, pedagang harus menjaga nama baik kuliner Solo yang terkenal murah dan enak. Maka dari itu, pelayanan dan kebersihan kawasan kuliner Kottabarat harus dijaga baik pedagang dan masyarakat yang datang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo menambahkan, lokasi seluas tiga ribu meter tersebut dapat menampung sebanyak 43 pedagang. Sisa lahan kawasan Kottabarat dapat digunakan untuk parkir motor dan mobil pelanggan yang datang ke pusat kuliner Solo Tengah tersebut.

“Jumlah tersebut sudah sesuai dengan lahan yang ada. Pedagang berjualan mulai pukul 17.00-05.00, dengan sistem bongkar pasang. Setelah selesai berjualan tenda-tenda yang kami siapkan harus ditata dan dikumpulkan dalam satu lokasi di sisi timur lapangan,” kata Subagiyo.

Peresmian dilakukan dengan menekan tombol lampu neon box bertuliskan Kawasan Kuliner Kotabarat. Selain itu Wakil Wali Kota juga memotong tumpeng sebagai simbol kawasan tersebut resmi menjadi pusat kuliner di tengah kota setelah Ngarsopuro Night Market.

Ketua Paguyuban PKL Kottabarat, Budiyono, optimistis adanya pusat kuliner tersebut mendatangkan penghasilan yang lebih baik terhadap 43 pedagang.  Tentunya hal tersebut membutuhkan penyesuaian lantaran lokasi baru belum sepenuhnya dikenal masyarakat.

“Kami yakin bakal mendatangkan penghasilan lebih, apalagi momen puasa dan idul fitri segera datang. Sehingga waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk mengenalkan masyarakat terhadap pusat kuliner baru di Kottabarat. Harapan kedepan, masyarakat lebih mengenal dan pedagang lebih nyaman berjualan karena berada tepat di tengah kota dan tak becek saat musim hujan datang,” kata dia. (ihm)

 

Tinggalkan Pesan