ATLET PEPARPROV: Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menyerahkan simbolis bonus Peparprov kepada atlet tenis meja Andre Budi Utomo di Balai Kota Surakarta, Selasa (9/4) malam. (Suaramerdekanews/Setyo Wiyono)

SOLO,newsreal.id – Bonus prestasi bagi atlet-atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Solo peraih medali Pekan Paralimpik Provinsi (Porprov) Jateng 2018, tak berbeda jauh nilainya dari bonus bagi atlet-atlet di lingkup KONI setempat.

Para atlet penyandang disabilitas peraih medali emas sama-sama menerima bonus Rp 30 juta. Tapi bonus untuk perak perorangan Rp 15 juta (beregu Rp 10 juta) dan perunggu Rp 5 juta. Sementara perak bonus Porprov Rp 20 juta dan perunggu Rp 10 juta.

‘’Total bonus bagi atlet dan pelatih Peparprov Rp 2 miliar. Alhamdulillah, besaran nilai itu merupakan apresiasi yang luar biasa bagi kami. Hal itu memacu para atlet untuk lebih berprestasi ke depan,’’ kata Ketua Umum NPCI Solo, Bangun Sugito saat singgah di Sekretariat NPCI Jateng, Kamis (11/4).

Menurut dia, bonus yang secara simbolis diserahkan Wakil Wali Kota Achmad Purnomo di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta, Selasa (9/4)  malam itu, nilainya jauh lebih besar dari multievent serupa pada 2013. Pada pesta olahraga disabilitas se-Jeteng kala itu, bonus bagi atlet NPCI Solo peraih medali emas Rp 7 juta.   

42 Atlet

Sugito mengungkapkan, jumlah penerima bonus dari Pemkot Surakarta terdiri atas 42 atlet dan 10 pelatih. Mereka bersaing pada delapan dari sembilan cabang olahraga yang diselenggarakan pada Peparprov di Solo. Cabang-cabang itu adalah atletik, tenis meja, renang, bulutangkis, catur, angkat berat, panahan dan ten pin bowling.

‘’Hasilnya, kontingen Solo menjadi juara umum dengan mengemas total 39 medali emas, 26 perak dan 16 perunggu,’’ ujar Sugito.

Salah seorang atlet NPCI, Eko Supriyanto menyatakan syukur atas bonus yang diterimanya. Atlet angkat berat tersebut meraih medali emas di kelas 72 kg putra. ‘’Saya bersyukur, uangnya bisa untuk menambah dana guna membeli rumah. Jika selama ini saya tinggal bersama mertua di daerah Tipes, sekarang sudah punya rumah sendiri untuk tempat tinggal bersama keluarga,’’ tutur Eko.(Setyo Wiyono)

    

Tinggalkan Pesan