yayasan-kakak-solo1
GELAR SPANDUK: Sejumlah anggota Yayasan Kakak dan Forum Anak Surakarta membentangkan spanduk untuk mengesahkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) saat kampanye bebas asap rokok di area car free day (CFD) Solo, Minggu (14/4). (newsreal.id/Ilham Baktora)

SOLO,newsreal.id – Ada 10 kampung di Solo yang memulai KTR di wilayahnya masing-masing. 2017 lalu lima kampung telah mendeklarasikan menjadi kampung bebas asap rokok, antara lain, RW 9 kelurahan Karangasem, RW 3 Kelurahan Danukusuman, RW 9 Keluruhan Pasarkliwon, RW 19 Kelurahan Mojosongo, RW 1 Kelurahan Timuran.
“Tahun 2018 lima kampung lainnya ikut mendeklarasikan sebagai kampung bebas rokok, yakni, RW 3 Kelurahan Keratonan, RW 2 dan 6 Kelurahan Tegalharjo, RW 19 Kelurahan Jebres, RW 31 Kelurahan Mojosongo dan RW 1 Kelurahan Kestalan. Sehingga kampanye ini terus kami lakukan untuk mengingatkan Pemkot segera mengesahkan Perda KTR di Solo,” ungkap Direktur Yayasan Kakak Surakarta, Shoim Sahriyati saat ditemui pada kampanye KTR di area car free day (CFD) Solo, Minggu (14/4).
Kabid Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Surakarta, Sri Suharti mengungkapkan, pencegahan dan penanganan terkait persoalan anak di Kota Bengawan berjalan baik. Namun upaya mencapai 100 persen KLA, masih terkendala lantaran belum adanya Perda KTR tersebut.
“Belum adanya kebijakan yang mengatur KTR masih menjadi persoalan mencapai KLA di Solo. Terkait iklan dan promosi rokok di beberapa sudut kota harus ada kajian lebih mendalam soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dampak terhadap bahaya rokok itu sendiri. Namun kami terus mendukung capaian KLA tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat,” kata Sri Suharti. (Ilham Baktora)

Tinggalkan Pesan