roti-berstiker-caleg
 
SOLO, newsreal.id- Dimasa hari tenang menjelang pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta mendapat laporan dari masyarakat. Lembaga pemantau pemilu itu, Minggu (14/4), menerima laporan dari masyarakat adanya pengiriman roti yang disisipi stiker salah satu Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Surakarta dari salah satu parpol. 
Laporan dari masyarakat tersebut dikemukakan Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu kota Surakarta, Poppy Kusuma, Senin (15/4). 
Menurutnya, laporan tersebut masuk pada hari Minggu (14/4) atau pada hari pertama masa tenang. ”Kami mendapatkan laporan Minggu kemarin, ada pembagian materi atau barang dari salah satu Caleg DPRD Kota di Daerah Pemilihan (Dapil) Laweyan. Bentuknya Roti, didalam kemasan plastik pembungkus roti terdapat stiker gambar salah satu caleg,” jelas Poppy.
Berdasar hasil laporan awal tersebut, lanjut Poppy, Bawaslu akan melakukan investigasi lapangan guna memastikan apakah benar tentag laporan tersebut. ”Panwas Kelurahan dan Panwas Kecamatan sudah bergerak dan mencari informasi tersebut. Kami mempunyai waktu selama tujuh hari untuk melakukan investigasi,” paparnya.
Hanya satu laporan tersebut yang ditindaklanjuti Bawaslu, sebab kata Poppy, belum ada laporan lagi tentang pelanggaran kampanye di masa tenang hari kedua. 
Disamping menindaklanjuti laporan dari warga tersebut, Bawaslu melakukan langkah antisapasi untuk mencegah pelanggaran pemilu dengan cara patroli rutin di lima kecamatan selama hari tenang. ”Pengawasan terkait politik uang, APK, kampanye dimasa tenang, dan lain sebagainya,” tandasnya.
Hasil pantauan Bawaslu, lanjutnya, saat ini APK yang masih terlihat di sejumlah tempat, dan hari ini sudah dilakukan penertiban kembali. ”Jika hari ini belum selesai, akan kami lanjutkan Selasa besok,” terangnya.
Terkait adanya dugaan pelanggaran di masa kampanye yang telah usai, 
Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kota Surakarta tersebut mengatakan, tidak ada pelanggaran yang mengarah ke unsur pidana. Pelanggaran bersifat admistratif yakni pelibatan anak-anak dalam kampenye rapat terbuka baik yang dilaksanakan Capres nomor urut 01 maupun Capres Nomor Urut 02.
Adanya pelanggaran tersebut, Bawaslu, kata Poppy, telah melayangkan surat peringatan kepada Tim Kemenangan Daerah (TKD) maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN). (Sri Hartanto)



Tinggalkan Pesan