sumur-dalam-bantuan-baznas-karanganyar


KARANGANYAR,newsreal.id – Perasaan Abdullah warga Dusun Genengan, Jumantono, membuncah ketika melihat air bisa mengalir di sumur dalam yang digali sedalam sekitar 100 meter di sebelah timur dusun. Harapannya untuk bisa mendapatkan air setiap hari untuk mandi, cuci dan kakus terwujudkan.

Selama ini dia bersama sekitar 120 keluarga warga dusun tersebut hanya bisa mengandalkan air hujan lewat sumur permukaan yang ada di setiap rumah, di dusun yang memang gersang itu. Termasuk untuk sawah yang juga mengandalkan tadah hujan, sehingga panen paling setahun sekali saja di musim hujan.

Usaha membuat sumur dalam sudah dilakukan, namun proposal semua kandas. Bisa, dengan membuat sendiri. Namun bagi warga yang kerjanya rata-rata buruh tani dan serabutan itu terasa berat. Apalagi biaya membuat sumur dalam dan ubo rampenya, paling tidak Rp 200 jutaan.
‘’Kalau harus iuran sebegitu banyak, memang tidak mungkin. Bisa tapi tidak semua, itupun cukup ngaya, memaksa, sehingga warga harus memerah tenaga untuk kerja ekstra dan menyisihkan hasilnya untuk disimpan bersama,’’ kata dia.

Sampai ada Baznas yang menerima proposal permohonan warga untuk bweawedia membuatkan sumur dalam mesin, dan tandon airnya. Bantuannya sekitar Rp 80 juta sampai Rp 100 juta. Sisanya, berupa pipa distribusi akan ditanggung desa yang bersedia menyisihkan dana desa untuk membangun pipa distribusinya.

Maka ketika Baznas datang yang diwakili Wakil Ketua Bidang pentasyarufan Iskandar memulai membangun sumur dalam itu, warga pun harap-harap cemas. Dan ketika air benar-benar bisa mengucur, rasa syukur itu terucap pada Tuhan Yang Mahaesa. Sebab bayang-bayang mereka akan bisa mendapatkan air itupun datang.
Apalagi Kades yang juga sudah menyanggupi membangun pipa distribusi, maka warga pun secara swadaya mengumpulkan uang untuk iuran mempercepat pembangunan pipa distribusi tersebut. Bahkan dijanjikan sebelum memasuki puasa Ramadhan, warga sudah bisa menikmati air bersih dari sumur dalam itu.

Berhemat

Iskandar mengatakan, Baznas Karanganyar sudah membangun setidaknya 8 sumur dalam untuk membantu warga Jumantono, Gondangrejo, Mojogedang, Kerjo, dan Karanganyar Kota yang ada di wilayah gersang.
‘’Daerah kritis air di Karanganyar memang ada di wilayang tersebut, sehingga selama ini selalu disuplai PDAM untuk air bersihnya. Memang di Karanganyar tidak sampai parah seperti daerah lain yang sampai mendatangkan air untuk suplai warga. Namun tetap saja, daerah-daerah tertentu sulit air, seperti warga Dusun Genengan itu.
Beruntung warga bisa segera ditolong untuk dibuatkan sumur dalam sehingga bisa cepat mendapatkan suplai air bersih untuk sehari-hari. Di samping itu warga juga bersedia menyisihkan iuran untuk merawat sumur tersebut sehingga awet.

Baznas memang menyerahkan sepenuhnya perawatan sumur dalam itu kepada warga. Ada yang dikelola Bumdes seperti di Kerjo, dan Gondangrejo, sehingga warga juga dikenai bantuan meteran seberapa air yang digunakan, untuk ukuran juga mengingatkan warga untuk hemat sebab airnya membayar.
‘’Tidak semahal kalau memakai air PDAM yang memang standar, namun tetap harus hemat air dan untuk merawat sumur dan distribusi pipanya,’’ kata Iskandar.
Yang jelas warga kini bersuka ria karena dusunnya tidak lagi gersang dan air bisa setiap hari diperoleh untuk kebutuhan sehari-hari.(Joko DH )

Tinggalkan Pesan