juru parkir on street kota solo

SOLO, suaramerdekasolo.com – Para juru parkir (jukir) di lokasi parkir tepi jalan (on street) Kota Solo, diwajibkan Pemkot Surakarta menyediakan uang kembalian. Uang itu harus diberikan kepada pemilik kendaraan, yang membayar jasa parkir di atas tarif yang berlaku.
Kasi Parkir Umum dan Khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Henry Satya Negara mengatakan, pentingnya penyediaan uang kembalian itu terus disosialisasikan kepada jukir dan pengelola lokasi parkir sejak penyesuaian zona parkir awal tahun ini. “Di Zona D motor ditarik uang parkir Rp 1.500 untuk satu jam pertama. Biarpun cuma receh Rp 500, tapi uang kembalian ini tetap harus disiapkan jukir,” tegas Henry, Senin (22/4).
Henry menambahkan, pentingnya penyediaan uang kembalian tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kejadian di luar dugaan. “Kadang-kadang pengguna jasa parkir itu tergesa-gesa pergi, sehingga jukir yang tidak menyiapkan terlebih dahulu tidak bisa memberikan uang kembalian dengan cepat.”
Akhirnya pengguna jasa parkir memilih meninggalkan lokasi karena enggan menunggu terlalu lama. “Hal semacam ini yang berpotensi menimbulkan tudingan macam-macam. Seperti pungutan liar (pungli) dan sebagainya. Lain halnya jika pengguna jasa parkir menolak uang kembalian, berarti itu memang rezeki jukir,” terang Henry.
Per 1 Januari, tarif parkir di berbagai ruas jalan dinaikkan Pemkot sebagai dampak penyesuaian zona parkir tepi jalan. Saat ini zona parkir itu terbagi menjadi tiga, yakni Zona C di 18 ruas jalan, Zona D di 134 ruas jalan, serta Zona E di ruas jalan yang tidak termasuk kedua zona tersebut.
“Sosialisasi-sosialisasi terus kami lakukan, seperti baru-baru ini dilakukan sosialisasi bagi pemangku kepentingan terkait di wilayah Banjarsari dan Jebres,” kata Henry. (Agustinus Ariawan)

Tinggalkan Pesan