sistem-zonasi-wonogiri
MEMBACA BUKU : Anak sekolah membaca buku dari Perpustakaan Keliling di Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (newsreal.id/Khalid yogi

WONOGIRI,newsreal.idKebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) perlu dikaji ulang. Pasalnya, belum ada standardisasi infratsruktur pendidikan dan sumber daya manusia yang sama di setiap daerah.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, syarat obyektif harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menerapkan sistem zonasi PPDB. “Kalau belum ada standardisasi infratsruktur pendidikan dan sumber daya manusia yang sama, kebijakan zonasi perlu dikaji ulang,” katanya.

Dia mencontohkan, infrastruktur pendidikan di daerah Kecamatan Kismantoro tidak sama dengan infrastruktur di pedesaan.

Baca :  Zonasi PPDB SMP Berubah

Baca : PPDB SMA Tak Beri Ruang untuk Siswa Bernilai Tinggi

Sementara, setiap sekolah dituntut menghasilkan prestasi yang sama. Hal itu akan berdampak pada optimalisasi potensi pendidikan yang berbeda.

Di sisi lain, Pemkab Wonogiri akan menggratiskan biaya seragam sekolah mulai tahun 2020 mendatang. Pemkab berencana mengalokasikan APBD hampir Rp 10 miliar guna menggratiskan biaya seragam sekolah.

Kebijakan itu diterapkan karena seragam menyedot biaya yang paling besar ketika siswa mendaftar sekolah. Pihaknya berharap kebijakan seragam sekolah gratis akan menekan angka putus sekolah dan meminimalisasi pekerja usia sekolah. “Jangan sampai ada pekerja dari anak usia sekolah,” terangnya.

Baca : Juliyatmono Sediakan Dana PPDB Mendahului Anggaran

Baca : PPDB Tawangmangu dan Carut Marut Pendidikan Indonesia

Perlu diketahui, PPDB SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri akan menerapkan sistem zonasi. Zonasi ditentukan berdasarkan jarak antara sekolah dengan rumah calon siswa. Hanya siswa yang tinggal dalam zonasi dapat diterima. Adapun kuota untuk siswa berprestasi sebesar 5%. Namun, tidak ada kuota untuk siswa yang mengantongi nilai tinggi dalam Ujian Nasional (UN).

Sistem zonasi juga diterapkan dalam PPDB SMP Negeri. Hal itu untuk mengakomodasi para calon siswa yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah. (Khalid Yogi)

 

Tinggalkan Pesan