persimpangan-wika
DISINGKiRKAN: Barier atau pembatas di persimpangan Wika Jalan Solo Boyolali disingkirkan sejumlah petugas. (newsreal.id/Joko Murdowo)

BOYOLALI,newsreal.id – Bukaan median jalan pertigaan Wika di ruas Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, dibuka kembali, Rabu (21/7) pukul 06.45 WIB. Pembukaan dilakukan dengan menyingkirkan barier atau pembatas.

Untuk memudahkan penyingkiran barier, sebelumnya barier digulingkan untuk mengeluarkan air di dalamnya. Setelah air terkuras, barier langsung disingkirkan. Sehingga kendaraan dari timur atau Solo bisa berbelok ke utara. Demikian pula kendaraan dari arah utara bisa berbelok ke barat masuk Jalan Solo- Semarang.

Sebelumnya, bukaan median tersebut ditutup paska kecelakaan yang menewaskan mahasiswi UNS, Irza Laila Nur TW (21), warga Perum Bumi Singkil II, Desa Karanggeneng, Boyolali Kota, Kamis (25/7).

Saat itu korban hendak berangkat ke kampus di Solo untuk ujian skripsi setelah pamitan ibunya.

Yaitu, Dwiyani Merbawaningrum, perawat di Puskesmas Mojosongo yang bertugas sebagai bidan Desa Kragilan. Dwiyani menderita luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat dihantam trailer.

Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah bagian Puskesmas Mojosongo mengalami kerusakan. Yaitu. ruang parkir, ruang tindakan dan mushola Puskesmas rusak. Hingga kini, pengelola Puskesmas memutuskan menutup pintu sebelah utara.

Perhitungan Matang

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Untung Raharjo, pembukaan kembali median di pertigaan Wika sudah dipertimbangkan matang (kajian mendalam) bersama jajaran terkait. Dimana kecelakaan yang terjadi karena kesalahan atau faktor manusia.

“Kalau kelengkapan keamanan di sana sudah cukup, termasuk sudah adanya lampu pengatur lalu lintas,” katanya disela- sela pembukaan median.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan para pengguna jalan agar senantiasa berhati- hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Para sopir juga diminta untuk mengecek kondisi kendaraannya sebelum berangkat.

Namun  demikian, sebagai langkah antisipasi kendaraan melompati media jalan, pihaknya tetap memasang pembatas beton di median jalan. Bahkan, rencananya, pemasangan pembatas beton akan ditambah hingga panjang 50 meter di kedua sisi.

“Ya, di kedua sisi baik sisi timur maupun barat akan ditambah pembatas beton hingga masing- masing sepanjang 50 meter. Ini untuk mengantisipasi kendaraan melompati median jalan karena kecelakaan.” (Joko Murdowo)

 

Tinggalkan Pesan