lembaga-gnota-karanganyar
ORANG TUA ASUH : Ketua Lembaga GNOTA Karanganyar Siti Khomsyah merangkul salah satu siswa, saat berfoto bersama dengan penerima bantuan usai penyerahan di aula kantor Kecamatan Jaten, Jumat (6/9). (newsreal.id/Irfan Salafudin)


KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com. Sebanyak 6 ribu siswa SD dan SMP dari 17 kecamatan di Karanganyar, menerima bantuan pendidikan dari Lembaga Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GNOTA) Karanganyar. 

Bantuan untuk masing-masing siswa SD sebesar Rp 200 ribu, sementara untuk siswa SMP sebesar Rp 300 ribu. Nilai bantuan tersebut naik Rp 50 ribu, dibandingkan penyaluran bantuan pendidikan pada tahun lalu.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Lembaga GNOTA Karanganyar Iskandar mengatakan, penyaluran bantuan pendidikan diharapkan bisa mengurangi beban dari keluarga tidak mampu, dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

“Setidaknya, bisa digunakan untuk membeli seragam, sepatu, atau peralatan sekolah lain. Bisa menghemat pengeluaran,” katanya. 
 
Total dana yang disalurkan, menurutnya, sebesar Rp 1,4 miliar. Dana tersebut berasal dari donasi orang tua asuh se-Karanganyar, plus Rp 400 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar.

Tiap kecamatan mendapat alokasi 80 siswa, dengan rincian 40 siswa SD dan 40 siswa SMP. Penerima bantuan merupakan usulan dari guru di sekolah masing-masing, karena mereka yang tahu kondisi ekonomi siswanya.

Ketua Lembaga GNOTA Karanganyar Siti Khomsyah mengatakan, ada program gerakan satu guru satu anak asuh untuk membantu anak-anak kurang mampu dalam menyelesaikan pendidikannya.

“Namun banyak yang tergerak hatinya, untuk menanggung lebih dari satu anak. Saat ini, di Karanganyar terdapat 6 ribuan anak asuh yang tersebar di seluruh kecamatan,” katanya.

Dia mengajak masyarakat untuk ikut bergabung dalam Lembaga GNOTA, karena masih banyak masalah peserta didik tak mampu yang belum terkaver bantuan pemerintah. (Irfan Salafudin) 
 
Editor : Nindya Achmadi
 

Tinggalkan Pesan