maru-tp-diajari-kewurausahaan-IMG-20190918-WA0030
SOLO,newsreal.id – Orientasi Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru di Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta digelar berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.  Kali ini kegiatan tersebit dilakukan dengan memboyong ara mahasiswa ke Museum Seni, Tumurun Private Museum.
 
Museum yang bertempat jalan Kebangkitan Nasional No 2 Sriwedari, Laweyan, Solo  ini adalah museum milik Iwan Kurniawan Lukminto yang merupakan anak ke empat dari HM Lukminto pendiri Perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara, PT Sri Rejeki Isman (Sritex).
 
Museum yang  fenomenal di awal peresmiannya ini tentu mengundang decak kagum para mahasiswa baru UTP.  
Trio Handoko, Dekan FEB UTP mengemukakan,  kegiatan tersebut diikuti oleh 73 mahasiswa baru dari Prodi S1 Manajemen dan Prodi Akuntansi. 
 
Meski waktu kunjungan ke dalam museum ini dibatasi hanya sekitar 20 menit, lanjut Trio, tapi mahasiswa cukup puas dengan kunjungan tersebut. Sebab selain bisa untuk swafoto atau mencermati karya seni mereka juga diizinkan bertanya langsung sejarah dan filosofi karya seni kepada pemandu museum.
 
Patung “Floating Eyes” karya Wedhar Riyadi selalu menjadi ikon pertama untuk berswafoto para mahasiswa baru FEB UTP, selain karena objek seni terbesar di museum itu juga karena bentuknya yang unik dan menarik.
 
Tri Ciri TO
 
“Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan kepada para mahasiswa baru tentang karya seni yang bernilai tinggi dan memiliki cita rasa yang tidak biasa sehinga mampu memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap sebuah karya,” ujarnya. 
 
Selain berkeliling menikmati indahnya museum tersebut, mahasiswa baru FEB UTP juga dibekali dengan beberapa materi yang menunjang mereka dalam menuntut ilmu di bangku kuliah, yang tentu berbeda saat menuntut ilmu di SMA.
 
“Pembekalan mahasiswa baru FEB berupa motivasi sukses oleh alumni yang berprestasi. Sesuai dengan unggulan peminatan yang ada di FEB UTP, yaitu kewirausahaan maka dengan kegiatan ini diharapkan akan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa baru. Sehingga, kelak mereka tidak hanya mengandalkan nilai saja dalam mencari pekerjaan tetapi di dukung dengan skill kewirausahaan yang mumpuni, ”  ungkap Trio. 
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kegiatan kewirausahaan merupakan implementasi dari visi misi universitas dan sesuai dengan tri ciri tentara pelajar (TP) yang menjadi khas UTP. 
Selain mendapat motivasi dari alumni, mahasiswa baru FEB UTP juga dituntut untuk bisa menciptakan produk baru, atau setidaknya memberi inovasi produk local yang sudah ada agar memiliki nilai tambah saat dijual.
 
“Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship mahasiswa diminta mempresentasikan produk bisnis mereka,” ujar maulina, salah seorang panitia kegiatan.(Evie Kusnindya) 
 
 

Tinggalkan Pesan