tembok-smpn-20-solo1
TEMBOK MIRING : Tembok SMPN 20 Jagalan Solo miring dan nyaris roboh. Kondisi tembok yang miring ini dilihat langsung oleh rombongan Komisi IV DPRD Surakarta, Kamis (19/12). (newsreal.id/dok)

SOLO,newsreal.id – Komisi IV DPRD Kota Surakarta mengunjungi SMP Negeri 20 di Jalan Surya No 155, Jagalan, Jebres, Kota Surakarta, Kamis (19/12) pagi.

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta Putut Gunawan itu, rombongan wakil rakyat menjumpai tembok bangunan sekolah retak dan miring. Agar tidak roboh pihak sekolah menahan tembok yang miring itu dengan sekitar empat bilah bambu. 

Baca : Disorot, Penghuni Rusunawa Putri Cempo Mojosongo Jebres Miliki Mobil

Baca : Butuh Pintu Keluar masuk, DLH Memohon Tembok Taman Balekambang Dibuka

Putut Gunawan saat diwawancari di lokasi mengatakan, bangunan fisik sekolah yang rusak ini harus segera diperbaiki. Namun demikian, ada hal penting lainnya selain perbaikian fisik, yakni sisi non-teknisnya. 

“Jadi tembok sekolah itu harus segera diperbaiki. Dan anggarannya bisa diajukan di perubahan APBD (2020). Hanya saja sisi non-teknisnya juga penting karena di belakang tembok ini ada hunian warga,” jelas Putut. 

Menurut Putut, sisi non-teknis yang dimaksud adalah pada saat proses revitalisasi tembok sekolah ini berlangsung. Agar tidak salah persepsi dan komunikasi dengan warga sekitar, maka harus ada sosialisasi. Sebab problemnya adalah pemukiiman warga harus disterilkan sehingga sebelum dibangun.

“Intinya dialog dan sosialisasi dengan warga dulu,” tegasnya.  

tembok-smpn-20-solo2

Perbaikan segera bangunan tembok pembatas sekolah ini juga sangat vital. Dikarenakan ada kegiatan belajar mengajar yang melibatkan ratusan siswa.

Sementara di belakang tembok ada hunian warga. Terlebih lagi, kata wakil rakyat dari PDIP ini, saat ini cuaca sedang memasuki penghujan dan angin kencang.  

Baca : Saluran IPAL PDAM Mojo Bermasalah, Wakil Ketua DPRD Solo Soroti Tinja Masuk Halaman Warga

Baca : Komisi II DPRD Solo Keluhkan Pencemaran Kali Jenis, Air Sungai Berbau dan Berwarna

“Ini saya kira (tembok miring-red) membahayakan, karena dekat bangunan ini ada kegiatan belajar mengajar (SMPN 20) dan ada (pemukiman-red) penduduk. Ini segera dicarikan solusinya, karena saat ini sedang penghujan dan angin kencang,” imbuhnya. 

Putut menduga bangunan tembok yang retak dan miring ini karena dari sisi konstruksi yang tidak pas, termasuk adanya unsur pergeseran-pergeseran tanah.  

“Faktor konstruksi (bangunan tembok sekolah-red) model pilar, bukan modal kolom. Sehingga (bangunan jenis ini-red) rawan pergeseran tanah. Secara konstruksi tidak memenuhi syarat, mungkin faktor unsur teknis lain, yakni beban juga bisa membuat tembok miring,” imbuhnya. (Budi Santoso)

Baca : Tiga Komisi DPRD Solo Sidak Secara Bersamaan

      

 

Tinggalkan Pesan