sungai-bebek-meluap1
RUSAK : Talut ambrol dan bahu jalan longsor akibat luapan Sungai Bebek di wilayah Dusun Ngelaban RT 4 RW 7 Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang, Sabtu (1/2) malam. (newsreal.id/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, newsreal.id – Sungai Bebek di wilayah Dusun Ngelaban RT 4 RW 7 Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang meluap, Sabtu (1/2) malam.

Akibat luapan tersebut, tanaman padi berusia 2 bulan di lahan seluas lebih dari 2 ribu meter persegi, terendam. Talut jalan berukuran panjang 30 meter dan tinggi 3 meter juga ambrol. Selain itu, bahu jalan sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter, longsor.

Akses jalan antara Dusun Ngelaban ke Dusun Puntuk maupun sebaliknya, terganggu. Sebab, kendaraan roda empat untuk sementara tidak bisa lewat, karena kerusakan tersebut. Sedangkan kendaraan roda dua masih bisa melintas, namun harus ekstra hati-hati.

Kapolsek Mojogedang AKP Mardiyanto menjelaskan, luapan terjadi setelah hujan mengguyur sejak sore hingga malam pada Sabtu (1/2), yang menyebabkan volume air sungai meningkat.

“Luapan air sungai terjadi karena ada material kayu dan sampah yang menyumbat di bawah jembatan. Karena aliran tak lancar, air meluap sampai ke jalan dan sawah. Imbas lainnya, talut jalan ambrol dan bahu jalan longsor,” katanya, Minggu (2/2).

Sawah yang terkena luapan air adalah milik Sujadi (55), warga setempat, seluas 800 meter persegi dan milik Tanto (55), seluas 1.600 meter persegi.
Dikatakannya, warga dan relawan dari berbagai unsur langsung bergerak untuk membersihkan material yang berserak pada Minggu (2/2). Sampah yang menyumbat di bawah jembatan juga dibersihkan, agar aliran sungai kembali lancar.

“Untuk selanjutnya, kami akan lakukan patroli intensif untuk mengantisipasi timbulnya korban karena kerusakan jalan. Sebab dikhawatirkan, bahu jalan yang ambrol melebar. Saat ini, lebar jalan tinggal separo,” imbuhnya.

sungai-bebek-meluap2

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Bambang Djatmiko menambahkan, langkah antisipasi untuk mencegah kerusakan bertambah parah dilakukan oleh instansi terkait.
“Di talut yang ambrol maupun bahu jalan yang longsor, akan dipasangi karung pasir, untuk mencegah bertambahnya longsor. Untuk sementara, agar kendaraan bisa lewat. Nanti juga dipasangi rambu-rambu, agar pengguna jalan berhati-hati,” katanya.

Untuk petani yang terkena imbas dari luapan sungai, akan dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan.

“Tanamannya banyak yang rusak, sehingga gagal panen. Nanti instansi terkait akan mempertimbangkan, apakah mendapat bantuan untuk meringankan beban,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Tinggalkan Pesan