pupuk-ilegal-wonogiri
MEMBERIKAN KETERANGAN : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memberikan keterangan di pabrik pupuk ilegal di Dusun Belik RT1 RW11 Desa/Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (27/2). (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI,newsreal.id – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengutarakan keprihatinannya terhadap kasus pembuatan pupuk palsu dan ilegal yang di Desa/Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Terlebih, ada empat pabrik pembuatan pupuk palsu yang ditemukan polisi di kecamatan tersebut.

Dia mengaku kecolongan karena selama ini tidak pernah mendapat keluhan atau laporan dari kelompok tani akan adanya pupuk palsu

. “Di Wonogiri ada 2.429 kelompok tani, 294 gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan 291 Kios Pupuk Lengkap (KPL). Pemkab tidak pernah mendapat aduan. Seluruh kelompok tani dan Gapoktan belum pernah memberi laporan kepada kami. Tidak pernah menemukan pupuk palsu,” katanya, Jumat (28/2).

Menurutnya, pupuk palsu dan ilegal bisa memasuki pasar karena kuota pupuk bersubsidi dalam program Kartu Tani tidak sesuai dengan kebutuhan petani. “Itu menjadi celah masuknya pupuk ilegal,” imbuhnya.

Dia menerangkan, kekurangan pupuk bersubsidi pada Masa Tanam pertama (MT 1) ditutup dengan mengambil kuota dari MT 2. Sedangkan kekurangan pupuk bersubsidi pada MT 2 ditutup dengan mengambil kuota dari MT 3.

Alhasil, kekurangan pupuk pada MT 3 tidak bisa tercukupi. Terjadinya kekurangan pupuk itu menjadi celah masuknya pupuk palsu dan ilegal. “Petani akan mencari alternatif untuk memenuhi kekurangan pupuknya,” terangnya.

Namun, peredaran pupuk palsu sampai saat ini belum terdeteksi di wilayah Wonogiri. Pupuk-pupuk palsu dan ilegal itu justru diedarkan di daerah lain, seperti Gresik, Karanganyar, Kebumen, dan Klaten.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dan meminta arahan dari Gubernur untuk membendung peredaran pupuk palsu dan ilegal. “Kami juga berterima kasih kepada Kapolda. (Pengungkapan pabrik pupuk ilegal) ini menjadi bentuk keseriusan aparat pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Afik Dwi Warso perwakilan dari PT Petrokimia Gresik mengungkapkan, pupuk palsu mencatut nama beberapa produk pupuk bersubsidi. Antara lain pupuk SP-36 dan Phonska.

“Ada penyesatan dengan membuat logo dan nama yang semirip mungkin dengan produk kami. Kalau pupuk asli, kemasan dan tulisannya rapi. Sedangkan pupuk palsu, tulisan dan logonya dibuat hampir mirip,” terangnya.

Dia menambahkan, granul atau butiran pupuk palsu mudah hancur. Adapun granul pupuk asli lebih bersih, rapi, dan tidak mudah hancur. Hal itu karena mesin yang digunakan perusahaannya berteknologi tinggi.

Seperti diberitakan, sebanyak tujuh pabrik pupuk ilegal dan palsu digerebek polisi, Kamis (27/2). Sebanyak empat pabrik berada di wilayah Kabupaten Wonogiri dan tiga pabrik di Kabupaten Gunung Kidul, DIY. (Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan