FOTO DOK

MEDAN,newsreal.id – Apa jadinya bila melihat peristiwa di depan mata, tatkala keluarga tidak mampu menjadi korban kecelakaan dan jenazahnya tidak bisa ditebus karena tak memiliki duit.

Pasti dalam hati akan ikut bersedih dan merasakan betapa berat cobaan yang dialami keluarga tersebut. Anggota keluarganya sudah menjadi korban kecelakaan, namun tak memiliki uang untuk menebus jenazah anggota kelauarganya itu.

Nah, peristiwa di depan mata ini dialami oleh Brigadir Heri Ompusunggu saat menjalankan tugasnya. Kanit Lakalantas di Polres Samosir ini harus rela memberikan uang jutaan rupiah untuk menebus jenazah seorang korban kecelakaan lalu lintas agar dapat dijemput oleh keluarga korban yang tidak mampu perekonomiannya.

Baca : Posko Jeng Putri Dibanjiri Keluhan Warga Soal Permasalahan Ekonomi

Brigadir Heri Ompusunggu membantu korban laka di RS atas nama Alparet Sihombing (56) di RSU Sidikalang. Korban sempat dirawat selama empat hari akibat ditabrak sebuah sepeda motor yang sedang melaju kencang di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir pada Minggu, 3 Mei 2020.

Brigadir Heri Sigalingging mengakui telah melakukan pembayaran biaya penebusan jenazah tersebut dengan merogoh keceknya sendiri.

“Benar bang, saya melakukan pembayaran itu kemarin ke kasir RSU Sidikalang supaya jenazah korban bisa dijemput keluarganya,” ujar Heri Sigalingging.

Selain membayarkan biaya perobatan selama korban di opname, Brigadir Heri Ompusunggu juga membelikan peti mati korban serta membayar biaya ambulans pengantaran jenazah korban ke Desa Pagaran, Kecamatan Pagaran Tapanuli Utara.

Baca : Selesaikan Kasus-kasus Besar di KPK, Panca Putra Simanjuntak Dianugerahi Bintang Dua

Menurutnya, pasca kecelakaan tersebut korban sempat dirawat selama empat hari dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis, 07 Mei 2020.

“Korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis jam 10 pagi, namun pihak keluarga belum datang menjenguk korban baik selama dirawat sampai korban meninggal dunia,” ujar Heri Ompusunggu.

Setelah dihubungi dan memberitahukan korban telah meninggal dunia, keluarga korban akhirnya datang ke rumah sakit.

“Namun mereka belum juga menjemput jenazah korban sampai saat ini karena keluarganya mengaku tidak punya uang dan waktu opname pun korban tidak dijenguk karena ketiadaan ongkos,” jelas Heri Ompusunggu.

Merasa iba dengan situasi tersebut, akhirnya secara spontanitas polisi ini mengambil uang pribadinya sendiri ke ATM dan langsung membayarkan seuruh biaya perobatan selama almarhum Alparet Sihombing di opname di RSU Sidikalang.

Baca : Mengenal Sosok Kombes Ahmad Ramadhan, Orang Intel Kini Jadi Jurubicara Polri

“Semua hanya karena rasa kemanusiaan aja bang, kasihan aku lihat keluarganya kebingungan dan menangis karena tidak bisa menebus dan menjemput korban,” tegas Ompusunggu dengan tulus.

Ketika hal itu dikonfirmasi Kasat Lantas Polres Samosir, AKP Maju Harahap, mengaku membenarkan tindakan mulia anggotanya tersebut.

“Benar, perbuatan mulia itu dilakukan anggota saya Brigadir Heri Ompusunggu. Sebelumnya dia pun telah melaporkan hal itu kepada saya dan tindakan baik seperti itu memang saya ijinkan,” jelas AKP Maju Harahap.

Terpisah, Fernando Aftar Lumbantoruan yang merupakan anak dari almarhum Alfaret Sihombing Lumbantoruan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polres Samosir khususnya Brigadir Ompusunggu.

“Kami memang tidak punya biaya menebus jenaah bapak saya itu dari RSU Sidikalng karena perekonomian kami yang sulit, terimakasihlah kepada Polres Samosir terutama kepada pribadi brigadir Heri Ompusunggu, kiranya Tuhan yang membalaskan kebaikan hatinya ini,” ujar Aftar Lumbantoruan. (*)

Baca : Soal Perjalanan Dinas Bareskrim ke Sultra, Mabes Polri: Tim sedang Usut Penambangan Dalam Hutan Lindung

Tinggalkan Pesan