longsor-sdn-berjo
RUSAK PARAH : Dua lokal bangunan SDN 1 Berjo rusak parah, setelah dihantam longsoran talud Lapangan Tagung yang ambrol, Sabtu (9/5). (newsreal.id/dok)

KARANGANYAR,newsreal.id – Dua lokal bangunan SDN 1 Berjo remuk dihantam longsoran talut Lapangan Tagung, setelah hujan deras mengguyur Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso pada Sabtu (9/5), pukul 13.30.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, sedangkan kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta.

Kepala Desa Berjo Suyatno mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut selama sekitar dua jam.

Baca : Pedagang Asal Kebonarum Klaten Positif Covid-19, Diduga Tertular Saat Berjualan

Diduga, karena tak kuat menahan beban air dalam tanah, talut sepanjang 13 meter dan tinggi 3 meter di Lapangan Tagung, ambrol. Longsoran talut kemudian menimpa dua lokal bangunan SDN 1 Berjo di bawahnya.

“Lokal bangunan yang rusak merupakan ruang kelompok kegiatan guru. Lokal bangunan pertama roboh, dengan ukuran panjang 8 meter, lebar 7 meter dan tinggi 3,5 meter. Sedangkan lokal bangunan kedua dengan ukuran sama, tembok belakangnya roboh dan jebol,” jelas Kades Berjo.

Dijelaskannya, talud yang ambrol dibangun pada 2018 lalu. Sedangkan ruang kelas yang rusak, dibangun pada era 1970-an.

Baca : Terapkan Protokol Kesehatan : Lion Air Group akan Beroperasi Kembali Melayani Rute Domestik pada 10 Mei 2020, Berikut Informasi Penerbangan

“Kemungkinan, konstruksi talut kurang kurang menyangga beban, sehingga ambrol. Kejadian ini sudah kami laporkan ke Pemkab Karanganyar. Kerugian material masih dihitung,” tuturnya.

Kades Berjo sempat bercerita, bangunan sekolah sempat diusulkan sebagai ruang isolasi bagi pemudik yang pulang ke Desa Berjo. Namun opsi tersebut tidak memungkinan untuk direalisasi, sehingga lokasi isolasi kemudian diputuskan di area Telaga Madirda. (Irfan Salafudin) 

Baca : FX Hadi Rudyatmo : Warga Solo Sangat Kehilangan Sosok Sederhana



Tinggalkan Pesan