SOLO,newsreal.id – Tujuh pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman, terjaring penyekatan di Simpang Tiga Faroka, Jajar, Selasa (12/5) pagi.

Ketujuh pemudik saat mengendarai motor, awalnya dihentikan petugas Polresta Surakarta dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta lantaran membawa barang-barang bawaan yang begitu banyak. 

Begitu ditanya dari mana dan hendak kemana, ketujuh pemudik mengaku sebagai perantau dan hendak pulang ke wilayah Solo.Oleh petugas, mereka akhirnya dibawa ke Gedung Graha Wisata Niaga. Mereka akan menjalani karantina atau tidak, hal itu menjadi kewenangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Terjaringnya tujuh pemudik baik yang datang dari Jakarta dan Jawa Barat tersebut dikemukakan Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi.

”Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka ada yang ingin pulang ke kampung halaman, kemudian kami antar dahulu ke Graha Wisata yang dijadikan tempat karantina,” tegas Afrian mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai.

Langkah ini, lanjut dia, berdasar SOP. Dimana semua orang dari luar kota yang akan masuk ke Solo diarahkan ke Posko Graha Wisata sebelum tiba di rumah masing-masing.

”Jika para pemudik tidak mau kembali ke daerah semula, harus menjalani imbauan pemerintah.¬†Polisi selalu mendukung pencegahan penyebaran wabah covid-19 ke mana-mana,” terang perwira menengah berpangkat melati satu itu.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, lanjut dia, operasi penyekatan bagi para pemudik akan terus dilakukan tim gabungan. Selain di simpang tiga Faroka, langkah serupa juga dilaksanakan di Tugu Makutho, Palang Joglo dan kawasan Jurug yang bersifat tentatif. (Sri Hartanto)


Tinggalkan Pesan