bst-klaten
BANTUAN : Bupati Sri Mulyani menyerahkan bantuan kepada warga terdampak Covid19 di Balaidesa Tegalyoso, Klaten Selatan, Rabu 913/5).(newsreal.id/Merawati Sunantri)

KLATEN,newsreal.id – Fakta adanya penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19, sebagian tidak tepat sasaran.

Di Desa Jetis, Klaten Selatan ada dua pasang suami istri yang mendapat dua bantuan dalam satu KK, sehingga terpaksa dicoret.

‘’Ada yang tidak sasaran, di Jetis ada suami istri dapat semua. Ini dicoret, agar nantinya bisa dialihkan ke warga lain yang belum mendapat. Di Jetis tidak ada warga meninggal masih dapat bantuan, tapi ada warga yang sudah pindah masih dapat. Semua sudah dilaporkan,’’ kata Kades Jetis, Mulyatno.

Untuk mengatasi penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, Pemkab Klaten terus melakukan pencocokan data penerima BST.

Tujuannya, agar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT), PKH, BPNT, serta bantuan lainnya.

‘’Kalau data dari Pemkab Klaten sudah tidak ada tumpang tindih, hanya data dari Kemensos ada sedikit yang tumpang tindih. Namun jumlahnya kecil sekali, dari 78.000, yang tumpang tindih hanya sekitar 300. Itu bisa dimaklumi,’’ kata Bupati Sri Mulyani usai penyerahan bantuan di Balaidesa Tegalyoso, Klaten Selatan, Rabu (13/5).

Dinsos P3AKB dibantu TKSK, bersama Kades dan Camat terus melakukan pencocokan data penerima bantuan.

Penerima yang tidak sesuai akan dicoret, agar bantuan berikutnya bisa dialihkan kepada masyarakat yang berhak. Tujuannya agar bantuan merata.

‘’Kades bisa mengajukan warganya yang belum mendapat bantuan, diserahkan ke Camat untuk dikoreksi, kemudian diserahkan ke Dinsos P3AKB, agar bisa mendapatkan bantuan pada pencairan berikutnya,’’ ujar dia.

Acara tersebut dihadiri Camat Klaten Selatan Joko Hendrawan, Kades Tegalyoso Catur Prabowo dan kades se-Klaten Selatan. (Merawati Sunantri)

2 KOMENTAR

  1. Di Dk Demangan RT/RW: 001/008 Ds Kajoran Kec Klaten Selatan ada yg 1 rumah dapet 3. Ada yg dobel pula. Ada yg seharusnya masuk kriteria tp tidak dapat.
    Dimohon untuk satgas merevisi data tsb agar tepat sasaran.

  2. Apa memang 1 kk hanya boleh 1 bst saja ya…??

    Didesa saya ada suami-istri dapat semua (suami ambil di balai desa sedangkan sang istri ambil di Atm) , tetapi bulan juni katanya petugas nya per kk hanya dapat 1 bst saja,!!!
    Padahal sang istri ada diluar kota sedangkan sang suami masih didesa dan tidak boleh mengambil bantuan tersebut.
    Padahal sudah lanjut usia….

Tinggalkan Pesan