bantuan-pdi-perjuangan-boyolali
SERAHKAN BANTUAN: Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto menyerahkan bantuan APD di RSUD Pandan Arang, Jumat (15/5). (newsreal.id/Joko Murdowo)

BOYOLALI,newsreal.id – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis sangat besar. Apalagi bagi petugas yang menangani pasien Covid-19.

“Dari dokter hingga petugas kebersihan di ruang penanganan Covid-19 wajib mengenakan pakaian APD,” ujar Direktur RSUD Pandan Arang Boyolali, Siti Nur Rochmah Hidayati.

Apalagi RSUD Pandan Arang merupakan rumah sakit rujukan tingkat dua untuk penanganan Covid-19. Sejalan dengan itu kebutuhan APD sangat tinggi. Seluruh petugas di ruang Brotowali yang digunakan untuk perawatan pasien Covid-19, wajib mengenakan APD.

“Kami bersyukur ada bantuan dari DPC dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Boyolali yang memberikan bantuan APD. Ini sangat membantu kami dalam menangani pasien Covid-19.”

Bantuan DPC dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Boyolali merupakan yang kesekian kalinya. Bantuan kali ini diberikan kepada RSUD Pandan Arang, RSUD Waras Wiris, dan RSUD Simo. Selain baju APD, juga bantuan amsker.

“Yang kami bagikan ini adalah 1.500 baju Hazmat APD, 3.000 masker medis dan sarung tangan, serta 25.000 kaca mata,” kata Ketua DPC Boyolali, S Paryanto.

Diungkapkan, tim medis Boyolali harus benar-benar kuat guna menangkal penyebaran wabah virus Corona. Berbagai dukungan kepada petugas medis terus mengalir. Termasuk bantuan yang diberikan kali ini.

“Ini sebagai bentuk upaya gotong royong antara DPC dan FPDI Perjuangan DPRD Boyolali untuk membantu menangani wabah virus Corona atau Covid 19.”

Mengingat tingginya kebutuhan APD dan masker fasilitas kesehatan di Boyolali. “Sehingga kami terus berupaya membantu tenaga medis agar tetap aman saat menangani pasien Covid-19,” lanjut Paryanto yang juga Ketua DPRD Boyolali.

Tak hanya bantuan APD, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dari tingkat DPC hingga tingkat terbawah seperti Ranting dan Anak Ranting.

“Harapan kami, tidak ada lagi kasus positif baru di Boyolali. Pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kehidupan masyarakat kembali normal.” (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan