buruh-pabrik
FOTO/DOK

KARANGANYAR,newsreal.id – Selama pandemi Covid-19 yang menyebar di masyarakat, 3.002 tenaga kerja di berbagai perusahaan di Karanganyar terpaksa dirumahkan. Di antaranya sekitar 200-an di pemutusan hubungan kerja (PHK).

‘’Takutnya jika kondisi tidak segera membaik, mereka yang dirumahkan dan dijanjikan akan dipanggil lagi, bisa-bisa mereka juga di-PHK. Saat ini mereka dirumahkan, ada yang digaji separoh, ada yang seperempat gaji,’’ kata Martadi, Kadisdagnakertrans Karanganyar, Jumat (15/5).

Dikatakannya, kondisi sebab wabah ini memang membuat hancur sebagian perusahaan. Ada yang bisa banting stir memproduksi alat pelindung diri ada yang banting stir memproduksi masker, ada yang lainnya, sehingga sedikit menolong. Namun rata-rata memang hancur. Ekspor tidak bisa, pasar lesu.

Karena itu dia berharap kondisi segera pulih agar nasib sekian juta pkerja bisa segera tertolong untuk bangkit kembali dan semua segera bisa bekerja lagi seperti semula. Jika semakin lama wabah ini tidak diatasi bersama, maka akan semakin terpuruk.

Sementara itu tentang tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja, Martadi mengatakan, sampai sejauh ini perusahaan yang masih bertahan belum ada yang meminta penangguhan pembayaran.

Dari kuasioner yang disebar ke perusahaan, ada sekitar 75 perusahaan skala besar yang berjanji akan tetap memberikan THR.

‘’Saya memang melangkah dulu dengan menyurati mereka soal THR ini, dan rata-rata mereka menjawab akan tetap memberikan THR tujuh hari sebelum lebaran. Hanya ada yang minta keringanan mencicil, jadi akan diberikan sebagian sebelum lebaran, ada yang sebagian diberikan setelah lebaran. Dan ada pula yang tetap memberikan maksimal tujuh hari sebelum Lebaran.’’

Jadi sementara kondisi menjelang lebaran masih aman. Tidak ada gejolak. Semua berjanji akan memberikan THR bagi pekerja.

Tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri yang pulang karena habis kontrak bekerjanya, dia mengatakan sampai sejauh ini belum ada laporan. Ada 8.700 pekerja dari Jateng namun belum ada yang dari Karanganyar.

Saat ini ada sekitar seribuan pekerja migran asal Karanganyar, dan semuanya baik-baik saja. Dia berharap jika pulang tetap melapor agar ada isolasi yang ketat. Takutnya mereka pulang tidak melapor, ini akan berbahaya bagi semua.(Joko DH)

Tinggalkan Pesan