covid-19-boyolali
PENJELASAN: Kepala Dinkes Boyolali Ratri S Survivalina memberikan penjelasan terkait pasien positif Covid 19 di wilayah setempat. (newsreal.id/Joko Murdowo)

BOYOLALI,newsreal.id– Kewaspadaan terkait Covid-19 terus dilakukan jajaran terkait pemkab Boyolali. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Boyolali kembali bertambah.

Kini jumlah kasus warga yang dinyatakan positif terpapar virus Corona, menjadi 19 orang dari jumlah 15 orang sebelumnya. Tambahan 4 kasus positif, dua diantaranya berasal dari kontak erat klaster Gowa.

“Jadi sudah terjadi transmisi lokal,” ujar Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Minggu (17/5).

Dijelaskan, kedua kasus positif Covid-19 yang tertular dari klaster Gowa tersebut yakni NK (41) dari Kecamatan Ngemplak. NK merupakan istri dari pasien inisial SR. Kemudian, saudari MY (62) warga Kecamatan Ampel dan merupakan istri dari pasien inisial MR.

“Kemudian tambahan kasus positif lainnya diperkirakan dari transmisi luar.”

Yaitu satu berinisial TR (46), laki-laki, warga Kecamatan Klego. Dari hasil tracking, TR pelaku perjalanan dari Jakarta. Saat ini, dia masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Salatiga.

“Hasil tracking sementara kontak erat sebanyak 4 orang anggota keluarganya dan belum kontak dengan orang lain.”

Kasus baru lainnya adalah RM (70), perempuan dari Kecamatan Sawit. Dia kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Solo. Pihaknya juga sedang melakukan tracking untuk menemukan kontak erat dan mencari sumber penularannya.

“Kami perkirakan juga merupakan transmisi dari luar.”

Ditambahkan, dari keseluruhan pasien Covid-19 di Boyolali, sebanyak 4 pasien sudah dinyatakan sembuh. Hal ini berdasarkan pemeriksaan swab tenggorokannya. Dari dua kali pemeriksaan, dua kali hasilnya negatif.

“Keempat orang tersebut yakni BK dan TS, keduanya dari Kecamatan Simo. Kemudian DN dari Kecamatan Nogosari dan HM dari Kecamatan Banyudono. Ini menjadi kabar baik dan semangat bagi pasien maupuun petugas kesehatan.”

Kemudian pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 14 orang dan meninggal dunia satu orang.

Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu hasil swab kedua dari tiga pasien positif. Yakni saudara JS dan SR, dari Kecamatan Ngemplak, serta P dari Kecamatan Teras.

“Swab pertama sudah dinyatakan negatif, selanjutnya apabila hasil swab kedua juga hasilnya negatif, maka ketiga orang tersebut juga dinyatakan sebagai pasien yang sudah sembuh.” (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan