pemotongan-blt-pedan
FOTO/newsreal.id-Merawati Sunantri

*Pak RT Panik Ditagih Bantuan

KLATEN,newsreal.id – Muspika Kecamatan Pedan, Klaten terjun langsung menyelesaikan masalah dugaan adanya pemotongan bantuan sosial dampak Covid-19 sebesar Rp 200 ribu terhadap 13 KK di Plosowangi RT 8 Beji.

Pertemuan digelar di Balaidesa Beji, Kecamatan Pedan, Klaten, Senin (19/5). Tampak hadiri Camat Pedan Marjana, Danramil Pedan Lettu Inf Eka Atmaja, Kapolsek Pedan AKP Damin, Kades Beji Marsidi, perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, Ketua RW dan ketua RT se-Desa Beji.

”Yang terjadi di RT 8 Plosowangi hanya karena kurang informasi. Di Beji bantuan yang turun baru sedikit, warga bertanya kenapa belum dapat bantuan. Jadi Pak RT panik. Tujuannya baik, namun karena tidak eikomunikasikan dengan Kades dan Camat, maka jadi keputusan yang salah,” kata Camat Pedan Marjana

Pemotongan dana itu sebenarnya dilakukan untuk memihaki warga yang belum dapat bantuan. Hal itu karena, dia tidak tahu bahwa masih banyak bantuan dari PKH, BNPT, sembako dari provinsi, dan kabupaten serta lainnya, juga BLT dana desa.

”Uangnya sudah dikembalikan disaksikan semua yang hadir. Semoga ini yang pertama dan terakhir, penerima bantuan semua sesuai daftar tidak boleh ada potongan. Bantuan sesuai nama, rak ada potongan dan tak boleh tumpang tindih dengan bantuan lain,” tegas Camat Marjana.

Pertemuan tersebut diprakarsasi oleh Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo. Sebelumnya, juga sudah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan senua pihak yang terlibat agar kasus selesai dengan baik. Saat ini, daftar penerima sudah ditempel di Balaidesa.

Danramil Pedan Lettu Inf Eka Atmaja berpesan agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Saat ini, cepatnya informasi menyebar di media sosial kadang membuat membuat gaduh. Terutama bila informasi tersebut tidak benar.

”Kita sepakati bersama bahwa masalah ini hanya karena kesalahpahaman saja. Saya kinta ke depan tidak ada lagi, masalah seperti ini. Cukup sampai di sini, jaga kerukunan bersama,” kata Danramil.

Kapolsek Pedan AKP Damin juga meminta kasus kesalahpahaman seperti itu tidak terjadi lagi. Jangan sampai RT/RW mundur semua karena masalah seperti ini, mereka bertugas melayani masyarakat dan tanggungjawabnya berat.

”Jangan bangga menerima bantuan, tapi sebisa mungkin membantu orang lain. Jaga kerukunan, jangan saling iri dan kalau bisa tangan di atas (memberi). Hati-hati dengan HP, jangan sampai hanya karena tutul-tutul ngeshare-share informasi akhirnya jadi masalah,” kata Kapolsek.

Kades Beji Marsidi menambahkan alokasi bantuan untuk Beli, dari BST 37 KK, BPNT perluasan 83 KK, bantuan lewt Kantor Pos 104 KK namun kembali 16 KK, sembako kabupaten 11 kK, sembako dari provinsi belum ada data dan BLT juga belum.

Adapun anggaran untuk BLT Desa Beji Rp 253,8 juta untuk 141 KK, masing-masing Rp 600 ribu selama 3 bulan.(Merawati Sunantri)

(red)

Tinggalkan Pesan