new-normal-karanganyar
NEW NORMAL : Bupati Karanganyar Juliyatmono berbincang dengan pedagang di kawasan Plasa Alun-Alun Karanganyar, saat meninjau aktivitas PKL malam terkait persiapan menuju new normal di Karanganyar, Kamis (28/5) malam. (newsreal.id/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,¬†suaramerdekasolo.com – “Piye? Laris? Mugo laris kabeh, sehat ¬†kabeh. Nek ono wong tuku ora nganggo masker, ojo didoli.”

Kalimat itu berulangkali dilontarkan Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat meninjau aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Pancasila dan Plasa Alun-Alun Karanganyar, Kamis (28/5) malam.

Peninjauan yang dilakukan bersama Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi dan Dandim 0727/Karanganyar Letkol (Inf) Andi Amin Latama dan jajaran instansi terkait tersebut, terkait dengan pemberlakuan new normal secara bertahap di Karanganyar.

Saat mendatangi lapak pedagang, ada tidaknya tempat mencuci tangan plus sabun, ataupun keberadaan hand sanitizer, juga dicek. Protokol tersebut harus dipenuhi, sebagai syarat pedagang boleh menggelar dagangannya.

Baca : Skenario Disiapkan oleh Pemkab Karanganyar, Penerapan Tunggu Keputusan Pusat

“Kalau jualannya pakai bangku panjang, diberi tanda silang. Biar pembeli kalau duduk tidak dempet-dempetan. Kalau ada pembeli yang dempet-dempetan, diperingatkan,” pesan Bupati kepada beberapa pedagang makanan.

Kepada awak media, Bupati menyampaikan, Karanganyar bersiap menyambut penerapan new normal. “Pengecekan lapak PKL ini termasuk itu. Memunculkan semangat, memberi harapan, silakan PKL jualan kembali. Tapi tetap disiplin pakai masker, cuci tangan, jarak terjaga,” jelasnya.

Jika ada pembeli yang tidak memakai masker, pedagang diminta tidak melayani. Pun demikian jika pedagang tidak bermasker, akan ditegur.

Baca : Ratusan Staf Karyawan TTA Tirtonadi Ikuti Penguatan Fisik

“Petugas akan patroli intensif. Jika ketahuan jualan tidak pakai masker, atau melayani pembeli yang tidak bermasker, akan disanksi tidak boleh jualan keesokan harinya. Daripada kehilangan rezeki, lebih baik disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dengan sosialisasi new normal secara bertahap, diharapkan nantinya masyarakat tidak kaget menghadapinya.

“Pelan-pelan. Tempat ibadah mulai dibuka kembali, sarana olahraga. Juga tempat wisata. Dikaji, bagaimana mengaturnya. Mungkin jumlah pengunjung dibatasi, atau bagaimana,” lanjutnya.

Baca : New Normal di Karanganyar Untuk Bangkitkan Optimisme Masyarakat

Dia berharap, di era new normal nanti, masyarakat bisa kembali bangkit dan memiliki etos kerja tinggi. (Irfan Salafudin)

Tinggalkan Pesan