corona-wonogiri
MENYERAHKAN BINGKISAN : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo (kiri) menyerahkan bingkisan kepada Aris, warga Kecamatan Ngadirojo yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di pendapa Kabupaten Wonogiri, Minggu (31/5). (newsreal.id/Khalid Yogi)

WONOGIRI,newsreal.id – Semua pasien yang sebelumnya pernah positif penyakit virus corona (Covid-19) di Kabupaten Wonogiri kini sudah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.

Dengan demikian, Wonogiri sudah Zero Covid-19 alias tidak ada lagi pasien positif Covid-19.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo menerangkan faktor psikologis dan daya tahan tubuh memegang peranan sangat penting dalam kesembuhan tersebut. Pasalnya Covid-19 merupakan penyakit yang belum ada vaksinnya.

“Vaksin Covid-19 ini belum ditemukan, tetapi kenapa bisa sembuh?” ujarnya saat menggelar pelepasan pasien Covid-19 yang telah sembuh di pendapa Kabupaten Wonogiri, Minggu.

Menurutnya ada beberapa faktor penting yang berpengaruh dalam kesembuhan. Antara lain faktor psikologis dan daya tahan tubuh.

“Masyarakat harus didorong untuk berperilaku hidup sehat agar daya tahan tubuh dan imun terjaga,” katanya.

Adapun para pasien selalu diberi asupan suplemen dan vitamin. Tujuannya agar tubuh dapat memerangi virus tersebut. Selain itu, pasien harus disiplin mengikuti petunjuk tim medis selama perawatan.

Psikologis pasien juga perlu dijaga supaya tetap tenang.

“Contohnya, pasien tidak perlu memikirkan pendapatan keluarga, karena pemerintah menjamin sembakonya. Ada juga isteri pasien yang dirumahkan dari tempatnya bekerja, kami kemudian menekankan agar perusahaan tetap harus menjamin hak-haknya, ” ujarnya.

Pihaknya menyatakan perlunya edukasi kepada masyarakat, bahwa Covid-19 bisa disembuhkan. Meski demikian, masyarakat juga harus tetap waspada dengan memperkuat mitigasi, pola hidup bersih sehat (PHBS), physical distancing (menjaga jarak antarmanusia), selalu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan sebagainya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi karena bisa jadi ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak terdeteksi.

Aris, warga Kecamatan Ngadirojo, salah seorang pasien sembuh Covid-19 mengatakan, dia sempat dirawat di RSUD Dr Moewardi Surakarta selama 10 hari.

Selama itu, Aris selalu diberi asupan multivitamin. Semangat untuk sembuh menurutnya sangat menentukan kesembuhannya.

Pria itu mengaku sempat merasa jenuh karena harus seorang diri di dalam kamar. “Saya 10 hari di ruang sendiri sambil menunggu hasil tes Swab,” katanya.

Oleh karena itu, dia berpesan kepada pasien lainnya untuk menjaga semangat. Demikian pula dengan para tenaga medis agar tetap bersemangat.

“Tim medis tetap bersemangat, waspada, hati-hati dan jaga kondisi tubuh. Untuk pasien lain juga tetap semangat, jangan nglokro,” pesannya. (Khalid Yogi)

Tinggalkan Pesan