logo-sragen


SRAGEN,newsreal.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 190 miliar, yang dipergunakan untuk percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

Refocusing anggaran itu membawa konsekuensi banyak program infrastruktur yang tidak bisa dilaksanakan atau dibangun tahun ini.

Di antaranya adalah pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan ruang rawat inap RSUD Tangen. Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, Pemkab Sragen telah melakukan refocusing anggaran guna penekanan Covid-19 mencapai Rp 190 miliar.

“Awalnya saya minta Rp 50 miliar dulu. Tapi ternyata sekarang bisa lebih bahkan mencapai Rp 190 miliar. Namun hal ini menyebabkan gerakan kita di dinas praktis tidak ada,” kata Yuni.

Kendati begitu masih ada beberapa kegiatan infrastruktur yang bisa tetap dilaksanakan atau dibangun.

Dirinya menyampaikan tidak menolerir semua yang bersifat terlambat dan harus bisa diantisipasi.

“Akhir tahun 2019 saya melakukan briefing besar kepada seluruh dinas. Pada 2020 saya tidak mau dan tidak ingin menolerir semua yang bersifat terlambat dan harus bisa diantisipasi,” tandas Yuni.

Karena itu salah satu hal yang dilakukan adalah melaksanakan semua lelang di awal, sehingga semua bisa untuk membangun lebih cepat.

Apalagi 2020 adalah tahun politik dimana, Sragen melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020 yang rencananya digelar 27 Desember mendatang.

Yuni menyampaikan beberapa proyek infrastruktur memang selesai lelangnya sebelum surat dari Menteri Keuangan dan sebagainya turun untuk masalah refocusing.

Meski demikian, banyak juga yang terpaksa tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Salah satunya adalah ruang rawat inap RSUD Tangen di Desa Katelan Kecamatan Tangen.

“Meski lolos pada refocusing pertama akhirnya gagal dibangun karena Dana Alokasi Umum (DAU) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dipending,” tandasnya.

Pada refocusing pertama RSUD Tangen masih bisa dipertahankan Rp 34 miliar, tapi ditunda karena turun surat Kemenkeu, DAU dipending bulan Mei. Padahal rencana awalnya RSUD Tangen diharapkan beroperasi tahun ini.

“Sebenarnya tahun ini bisa beroperasi, namun ini baru ada IGD, tidak mungkin membuka rawat jalan tanpa ada rawat inap karena ini rumah sakit bukan klinik,” katanya.

Karena bagian dari visi, pihaknya sudah berusaha mempertahankan pembangunan RSUD Tangen.

“Visi misi kami mendirikan rumah sakit tipe D sebanyak tiga. Dua sudah swasta tentu tinggal kita sebenarnya, tapi karena ada penekanan Covid-19 ya sudah,” tegasnya.

Selain itu dipastikan MPP juga gagal dibangun, bahkan anggarannya sudah hilang sejak refocusing tahap pertama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto menambahkan, bila refocusing itu didapat dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sragen. Refosing itu juga membawa konsekuensi tertundanya berbagai kegiatan pembangunan, seperti Mal PP dan ruang rawat inap RSUD Tangen dan juga yang lainnya.

“Refocusing anggaran sesuai instruksi dari pusat, yang anggarannya untuk penanganan Covid 19 di daerah,” tandas Sekda. (Basuni Hariwoto)

Tinggalkan Pesan