program-sekolah-maneh
SEKOLAH MANEH : Peserta program Sekolah Maneh saat melakukan bersih sungai di kawasan Bendungan Jetu, Kecamatan Karanganyar pada tahun 2017 lalu.

KARANGANYAR,newsreal.id – Simulasi siswa sekolah di Karanganyar masuk melakukan proses belajar mengajar meski dengan mematuhi dan menjaga protokol kesehatan, yang direncanakan Bupati Karanganyar, akhirnya batal dilakukan awal Juni ini.

Rencana itu banyak memunculkan kritik antara lain Muhammadiyah yang mengatakan jangan jadikan siswa kelinci percobaan.

Bupati Juliyatmono usai melantik pejabat eselon III dan IV di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM mengatakan, kegiatan itu baru sebatas rencana.

Setelah melihat perkembangan situasi bahwa syahwat untuk beraktifitas di luar sudah sedemikian tinggi di masyarakat dan juga melihat daring yang ternyata tidak banyak mendapat sambutan dari siswa.

‘’Jadi wajar jika kemudian timbul reaksi pro dan kontra. Sebab memang semua baru sebatas wacana sebelum masuk liburan siswa dan mencoba new normal. Bisakah itu dilakukan agar kerinduan siswa dan guru bersekolah itu terjawab.’’ Kata dia, Rabu.

Namun ternyata dari sisi kesehatan dan sosial, agaknya masih perlu ditunggu sampai tuntas. Sebab tidak ada jaminan siswa saat keluar sekolah itu akan terbebas dari kegiatan yang menjaga social distancing.

“Di sekolah bisa saja itu dijaga, namun apa itu juga bisa dilakukan saat siswa proses ke sekolah ?”

Karena iti Bupati akhirnya memutuskan menunda rencana tersebut dan menunggu sampai ada kebijakan dari Kemendikbud soal kapan siswa masuk proses belajar mengajar.

Saat ini setiap daerah masih menentukan sendiri. Ada yang menentukan siswa belajar sendiri sampai Januari, ada yang tanggal 13 Juli sudah masuk, ada yang menyiapkan proses belajar mengajar sendiri. Semua sendiri-sendiri. Karena itu Karanganyar lebih baik menunggu kebijakan Kemendikbud saja. (Joko DH)

Tinggalkan Pesan