tk-pertiwi-iv-boyolali
AMBIL SAYURAN: Warga mengambil sayuran gratis yang dipasang pada pagar sedekah TK Pertiwi IV Boyolali. (newsreal.id/Joko Murdowo)

BOYOLALI,newsreal.id – Dampak pandemi Covid-19 semakin dirasakan masyarakat. Beban masyarakat bertambah berat karena banyak diantara mereka terpaksa kehilangan pekerjaan.

Padahal, mereka harus menghidupi keluarganya. Kondisi inilah yang melatarbelakangi para guru TK Pertiwi IV Boyolali dengan menyediakan pagar sedekah di sekolah. Sesuai namanya, maka pagar sedekah dipajang di pagar sekolah yang berada di Jalan Anggrek No 9, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota.

Di pagar tersebut, diletakkan aneka sayuran untuk kebutuhan masyarakat sehari- hari. Ada cabai merah dan cabai hijau, jamur, mi instan, buncis. Ada pula kol, sayur sop- sopan. Sayuran dimasukkan dalam plastik kresek.

Di pagar juga terdapat sejumlah tulisan. Antara lain berbunyi, Siapapun Boleh Ambil, Ambil Secukupnya, Siapapun boleh Mengisi dan beragam tulisan lain yang mengajak masyarakat untuk peduli dan berbagi dengan sesama.

Kepala TK Pertiwi IV Boyolali, Aryanti SPd menjelaskan, keberadaan pagar sedekah terinspirasi dengan pohon sedekah yang telah ada sebelumnya. Hal itu terkait dengan upaya untuk membantu masyarakat yang kekurangan.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Praktis, mereka kehilangan pendapatan untuk keluarganya. Untuk itulah, pihaknya memasang pagar sedekah berisi aneka sayuran.

“Kegiatan ini juga disambut positif para orang tua siswa,” katanya.

Para orang tua siswa turut membantu sayuran untuk dipajang di agar sedekah tersebut. Bahkan, pada pagi hari, sudah teronggok aneka sayuran yang diletakkan di depan sekolah. Pihaknya tinggal menyeleksi dan memajang di agar sedekah.

“Pagar sedkah ini sudah berjalan tiga hari terakhir. Dan ini akan kami lakukan semampu kami.”

Pihaknya juga bergembira karena keberadaan pagar sedekah sudah dikenal masyarakat sekitar. Warga yang membutuhkan sering mengambil sayuran secukupnya untuk dimasak di rumah. Hal itu sekaligus sebagai promosi sekolah.

“Awalnya, semua sayuran dipasang pagi hari. Namun belum terlalu siang sudah habis. Karena itu, pemasangan dibagi dua kali, pagi dan siang.” (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan