logo-pt-jsn
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,newsreal.idPT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) yang mengelola jalan tol ruas Solo – Ngawi akhirnya menerima penjadwalan pembayaran utang dari sindikasi perbankan yang meminjami anggaran untuk pembangunan jalan tol tersebut. Salah satu sebabnya karena volume pemakai jalan tol yang merosot saat pandemi covid-19 ini.

‘’Sejak Maret kami sudah melapor kalau pemakai jalan tol yang tiap hari bisa 16.000-an kendaraan berbagai jenis, saat pandemi ini turun sampai 65 persen tinggal 4.000-5.000 kendaraan saja. Sehingga itu berpengaruh sekali pada pendapatan PT JSN hanya Rp 600 jutaan saja,’’ kata Dirkeu PT JSN Yudi Mahyudin, kepada wartawan usai menyerahkan bantuan keempat PT JSN ke Pemkab Karanganyar, Kamis 4/6).

Bantuan PT JSN tersebut berupa nutrisi seperti vitamin C dosis tinggi dan susu serta lainnya. Sebelumnya bantuan berupa beras seberat satu ton untuk masyarakat Karanganyar dan daerah yang terlewati jalan tol seperti Boyolali, Sragen dan Solo. Selain itu juga sembako sebanyak 600 paket masing-masing untuk warga Kebakkramat dan Ngasem.

Baca : Pembebasan Lahan Selesai, Sragen Punya Dua Pintu Tol

Dikatakannya, penurunan kendaraan yang lewat akibat covid itu dalam tiga bulan terakhir memang sangat terasa. Dan itu berakibat pada keuangan sehingga uang yang masuk hanya cukup untuk operasional saja.

Karena itu jika tidak mendapatkan penjadwalan pembayaran bunga memang sangat berat. Bersyukur pihak sindikasi perbankan bisa menerima alasan perusahaan sehingga diberi kelonggaran untuk itu.

Menurutnya, kelonggaran tersebut hanya diberikan pada tahun 2020 saja, setelah situasinya baik dan kembali seperti semula maka beban pembayaran hutang akan kembali seperti semula. Dan PT JSN memprediksi pada Oktober atau Nopember situasi akan kembali seperti semula, ekonomi mulai bergerak dan pemakai jalan tol akan pulih.

‘’Itu doa kami tentu saja, namun jika situasinya masih seperti ini, maka pihak sindikasi perbankan juga menjanjikan akan mengkaji ulang apakah pemberian tenggat waktu diberikan keringanan dengan ditambah pada tahun berikutnya. Semuanya tergantung keadaan,’’ kata dia.

Baca : Overpass Terakhir Dibangun di Tol Kartasura-Boyolali

Namun sementara ini pemberian keleluasaan dengan new normal memang belkum terasa ada kenaikan pemakai jalan tol. Hanya saja pihaknya tetap berharap suatu saat keadaan akan berubah pulih seperti semula.

Tentang bantuan yang diberikan, itu memang salah satu kesempatan untuk CSR perusahaan, setelah berembug dengan daerah ternyata butuh bantuan beras dan nutrisi sehingga meski tidak banyak namun perusahaan tetap memberikan CSR itu pada daerah.(Joko DH)

Tinggalkan Pesan