komunitas-peduli-sungai-klaten

KLATEN,newsreal.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai, masyarakat dan relawan menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Soft Launching Sekolah Pandemi Indonesia Klaten di tepi Sungai Kongklangan, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jumat (5/6).

Acara dibuka Sekda Klaten Jaka Sawaldi, dengan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten Srihadi, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pengan dan Perikanan Widiyanti, Camat Gantiwarno Lilis Yulianti, Muspika, Kades Sawit Maryadi BA, PKK Desa Sawit dan Kecamatan Gantiwarno, Karangtaruna, relawan desa dan lainnya.

”Kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir, kita wajib bersahabat dan berdampingan dengan corona. Caranya, dengan mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak,” kata Sekda yang juga Ketua Sekolah Sungai Klaten.

Dia mengajak seluruh warga untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sambil terus peduli lingkungan. Lingkungan sekitar sungai yang semula penuh semak, kini sudah dibersihkan untuk dijadikan lahan produktif.

”Pemberdayaan lingkungan sekitar sungai harus memperhatikan beberapa hal, kebersihan, penanaman pohon dan pemberdayaan ekonomi. Nanti akan dilakukan tebar benih ikan bantuan dari DLKH, Pertanian, SDA dan lainnya, dengan begitu sungai bisa membawa dampak peningkatan ekonomi,” tegas Sekda. Dia berharap agar warga Klaten terhindar dari Covid-19.

Menurut Dwi Maryono, Kabid LH, sejak pagi warga bekerja bakti membersihkan daerah sekitar sungai. Peringatan Hari Lingkungan Hidup ditandani dengan penyerahan bibit tanaman buah dan empon-empon, penanaman pohon dan pembuatan lubang biopori.

Acara berlangsung sederhana dengen penerapan jaga jarak dan pakai masker.

Kegiatan digelar berkat kerja sama Pemprov Jawa Tengah, Sekolah Sungai Klaten, Srikandi Sungai Indonesia Klaten, Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana Fakultas Goegrafi UGM, Pemkab Klaten, Polres Klaten, Kodim 0723 Klaten dan Universitas Widya Dharma Klaten.

Dalam kesempatan itu, sejumlah anak melakukan pembersihan sampah di aliran sungai dengan rakit bambu.

Mereka juga menyingkirkan eceng gondok yang berpeluang mencemari sungai bila tumbuh liar. Aksi ini mendapar perhatian dan apresiasi dari hadirin. (Merawati Sunantri)

(red)

Tinggalkan Pesan