bakti-sosial-polres-sragen
SIAGA COVID-19- Unit Satuan Ekonomi Sat Intelkam Polres Sragen bakti sosial di Kampung Siaga Covid-19 di Kampung Mekarsari, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen Kota.(newsreal.id/Anindito AN)

SRAGEN,newsreal.id Jajaran Polres Sragen berencana membentuk 40 Kampung Siaga Covid-19, di 20 kecamatan. Kampung Siaga Covid 19 salah satu tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat hingga di tingkat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid 19.

Keberadaan Kampung Siaga Covid 19 yang diinisiasi Polda Jawa Tengah juga untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia menuju penerapan new normal atau kenormalan baru.

Dibutuhkan partisipasi dan kerja sama dari berbagai pihak untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Hal ini dikemukakan Kapolres AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo tatkala ditemui peekan lalu.

“Kami sudah mempersiapkannya Awalnya lima dan rencananya 40 Kampung Siaga Covid 19 di seluruh wilayah Sragen,” jelas Kapolres.

Baca : Setelah 475 Kampung Siaga Berdiri, Menyusul 846 Minggu ini

Menurut Kapolres, salah satu alasan didirkannya kampung siaga adalah adanya animo warga yang tenggang rasa dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu kegiatan yang dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid 19 itu juga nyata. Kampung Siaga Covid 19 yang hadir di masyarakat memberikan tidak hanya masalah edukasi protokol kesehatan saja, tapi juga ketahanan pangan dan lain sebagainya. Partisipasi masyarakat seperti itu, keberadaan sebenarnya sudah ada sebelum pandemi Covid 19 ada.

Seperti adanya kegiatan Polisi Desa (Poldes) yang memberi bantuan kepada jajaran kepolisian dalam masalah keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kegiatannya positif dan saya sudah mengecek langsung serta memberikan bantuan,” katanya.

Baca : Dicanangkan Kapolres Boyolali, Kampung Siaga Covid-19 Tuai Dukungan

Dengan memiliki 208 desa dan kelurahan, diharapkan semuanya memiliki kekuatan, ketahanan dan kesiap-siagaan untuk menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan masyarakat. Khususnya terkait penanggulangan masalah pandemi Covid 19. Apalagi saat ini Kabupaten Sragen berencana menerapkan kenormalan baru ata new normal mulai 10 Juni mendatang.

Saat ini, Kampung Siaga Covid 19 sudah banyak berdiri. Antara lain di Dukuh Bodean, Desa Kaliwedi dan Desa Tunggul di Kecamatan Gondang. Kampung Nglangon dan Desa Tangkil Kecamatan Sragen. Desa Pengkok dan Desa/Kecamatan Kedawung. Dukuh Ngepung Desa Patihan, dan Dukuh Plasan Desa/Kecamatan Sidoharjo. Juga Dukuh Siwalan Desa Blangu dan Dukuh Gesi Tengah Desa/Kecamatan Gesi.

Terpisah Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambut baik dan mendukung pendirian Kampung Siaga Covid 19.

‘’Pemerintah Kabupaten Sragen menyambut baik Kampung Siaga Covid-19 yang didirikan Polda Jawa Tengah. Diharapkan keberadaannya mampu memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat hingga di tingkat terbawah dalam upaya mencegah dan menekan penyebaran pandemi Covid 19 dalam kehidupan sehari-hari.,” kata Bupati Yuni.

Sragen sendiri rencananya menerapkan kenormalan mulai 10 Juni. Yuni menyampaikan ada beberapa tempat yang belum dibuka untuk umum. Salah satunya adalah tempat-tempat pariwisata.

Baca : Cegah Virus Corona, Warga Dusun Dirikan Pos Siaga Mandiri

“Sebenarnya tidak banyak pariwisata milik Pemkab Sragen, taman-taman milik Pemkab akan kami siapkan protapnya, kalau pemilik swasta akan kami surati ketentuannya,” tandas Yuni.

Tempat wisata lain yang belum bisa dibuka adalah kolam renang, karena untuk physical distancing atau jaga jarak aman dan pakai masker juga susah dilaksanakan. Punishment atau hukuman yang akan diterapkan dalam pelanggaran kenormalan baru akan termaktub dalam peraturan bupati (Perbub) yang hingga saat ini masih dalam penggodokan. (Basuni Hariwoto)

Tinggalkan Pesan