bandara-adi-soemarmo
PESAWAT PARKIR : Pesawat tengah parkir di apron Bandara Adi Soemarmo Solo. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo berupaya mendongkrak jumlah penumpang. Kebijakan new normal yang diberlakukan pemerintah pusat mulai 7 Juni diharapkan bisa menjadi momentun peningkatan penumpang di bandara.

Pasalnya, kata GM Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan, ada penurunan penerbangan hingga 95,94 persen dan penurunan penumpang 98,79 persen di bandara yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Boyolali itu, sejak diberlakukan social distancing dan physical distancing selama pandemi Covid-19, pertengahan Maret 2020, disusul dengan pembatasan jumlah penumpang hingga penghentian penerbangan.

Menurut Yani, sebelum ada pandemi covid-19, jumlah penumpang di Bandara Adi Soemarmo Solo rata-rata seribuan penumpang per hari, dan sejak adanya pandemi turun menjadi 40 hingga 50 penumpang dan belakangan bisa menyentuh angka 90 penumpang.

Ada pun pergerakan pesawat dari 12 kali per jam dengan rincian 6 penerbangan reguler dan 6 penerbangan nonreguler dan kini hanya tinggal 5 kali per jam, yakni 11 penerbangan reguler dan satu kali nonreguler.

Ada pun maskapai yang melayani penerbangan hanya 4 maskapai, dengan tujuan Palembang, Pontianak, dan Jakarta yang selama ini menjadi rute favorit.

“Semoga dengan sosialisasi yang kami lakukan, semoga jumlah penumpang di bandara lambat laun bisa naik, dengan diberlakukannya kebijakan normal baru ini,” kata dia ketika memberi penjelasan pada sejumlah wartawan, Jumat(12/6).

Meski berharap ada peningkatan penumpang dan ada kebijakan new normal, lanjut dia, namun protokol kesehatan juga tetap diberlakukan.

Di ruang tunggu pemberangkatan lantai satu ada pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan suhu badan serta checking penumpang yang dinyatakan lolos verifikasi dokumen.

“Kami merencanakan rapid test bagi para penumpang pesawat, untuk tempatnya sudah kami siapkan,” kata Yani didampingi Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb Adrian P Damanik.

new-normal-bandara-adi-soemarmo
Paparan kebijakan new normal di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jumat (12/6). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langheng)

Kolonel Pnb Adrian P Damanik yang juga kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bandara dan Lanud Adi Soemarmo menambahkan, kondisi di Solo dan sekitar berbeda dengan beberapa daerah lainnya.

Jika di Solo hanya memberlakukan kondisi luar biasa atau KLB tapi di tempat lain sudah ada yang memberlakukan pembatasan berskala besar atau PSBB.

Sehingga pemberlakuannya juga berbeda. “Kondisi KLB itu tidak seribet yang dibayangkan, berbeda kalau PSBB,” kata Adrian.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan