Beranda BERITA REGIONAL 13 Kecamatan di Klaten Masuk Zona Merah

13 Kecamatan di Klaten Masuk Zona Merah

0
13 Kecamatan di Klaten Masuk Zona Merah
FOTO/DOK

*Tambah 1 Pasien Positif Covid-19, 1 Pasien Sembuh

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Dari 26 kecamatan di Klaten, 13 kecamatan di antaranya masuk zona merah karena ada warganya yang positif Covid-19. Satu-satunya kecamatan yang masih masuk zona hijau adalah Kemalang di lereng Merapi.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas, jumkah pasien positif Covid -19 terbanyak dari Kecamatan Bayat. Kecamatan yang masuk zona merah antara lain Wonosari, Trucuk, Wedi, Cawas, Juwiring, Klaten Tengah, Tulung, Ceper, Karanganom, Karangnongko, Kebonarum, dan Klaten Selatan.

Sementara itu, Sabtu (20/6), kembali ada tambahan 1 pasien positif Covid-19. Namun ada satu pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan demikian total ada 47 warga Klaten positif Covid-19, 25 orang diantaranya telah sembuh dan 21 orang masih dirawat, serta satu orang meninggal.

View this post on Instagram

A post shared by sms news (@suaramerdeka_solo)

”Hari ini, ada 1 pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Bayat dinyatakan sembuh dan ada penambahan 1 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 warga Kecamatan Klaten Selatan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, dr. Cahyono Widodo, M.Kes, Sabtu (20/6).

Pasien yang sudah sembuh berinisial S, laki-laki berusia 38 tahun. Sebelumnya, dia dinyatakan positif Covid-19 pada 19 Mei 2020 dan menjalani perawatan di RSJD Soejarwadi Klaten.

Setelah dua pemeriksaan terakhir dan hasilnya negatif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah. Meski demikian, dia tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Adapun, 1 pasien positif Covid-19 berinisial YB, laki-laki berusia 41 tahun warga Kecamatan Klaten Selatan, Dia berprofesi sebagai karyawan swasta. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSD Bagas Waras Klaten dengan kondisi baik.

”Tim Gugus Tugas telah melakukan tracing atau pelacakan kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien. Dalam waktu secepatnya akan segera dilakukan rapid test,” ujar dia. Kepala Dinkes Klaten itu berpesan agar warga menjaga diri dan menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan