tmmd-sragen
TINJAU LOKASI TMMD: Koorsahli Kasad Letjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi didampingi Danrem 074/Warastratama Kol Inf Rano Maxim Adolf Tilaar, Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto dan Wabup Dedy Endriyatno, meninjau kegiatan TMMD reguler 108 di Desa Baleharjo, Sukodono, pada Kamis (16/7). (newsreal.id/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,newsreal.id – Koordinator staf ahli (Koorsahli) Kepala Staf TNI AD (Kasad) Letjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi melakukan kunjungan kerja peninjauan kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke wilayah Kodim 0725/Sragen, pada Kamis (16/7).

Letjen R Wisnoe yang juga Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke-108 di dampingi oleh Danrem 074/Warastratama Kol Inf Rano Maxim Adolf Tilaar, Dandim 0725/Sragen Letkol Kav. Luluk Setyanto dan Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno.

Dalam kesempatan itu, selain menerima pemaparan di Makodim 0725/Sragen, Letjen TNI R Wisnoe juga melakukan kunjungan ke lokasi TMMD Reguler 108 di Desa Baleharjo Kecamatan Sukodono. Jenderal bintang tiga itu juga mengecek langsung ke semua sasaran fisik TMMD, seperti pengecoran jalan, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembuatan jamban sehat. Koorsahli Kasad itu kagum dengan kerjasama dan gotong-royong, dalam kegiatan itu.

“Luar biasa kerjasama dan gotongroyong mereka patut diacungi jempol. Saya bangga dengan prajurit saya yang sangat dekat dengan masyarakat, bekerja bersama sama masyarakat dan makan bersama masyarakat. Gotong royong dan kerjasama seperti ini mungkin tidak akan ditemukan di perkotaan yang semuanya dinilai dengan uang,” kata Letjen TNI R Wisnoe bangga.

Letjen R Wisnoe juga berharap kegiatan rehab RTLH bisa bermanfaat dan tepat sasaran.

“Harapan kami program ini langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan atau tepat sasaran, artinya bagi yang betul betul membutuhkan seperti janda tua, nenek sebatangkara dan lainya”. “Sedangkan Jambanisasi diharapkan bisa menekan perilaku BAB sembarangan bagi masyarakat yang belum memiliki jamban” tambahnya.

Dandim 0725/Sragen yang juga Dansatgas TMMD Reg 108 Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto, memaparkan seluruh program kegiatan. Dandim menjelaskan, pelaksanaan kegiaatan selama 30 hari, mulai 30 Juni-29 Juli 2020. Adapun sasaran sasaran fisik yang dikerjakan sasaran pokoknya pengecoran blok jalan sepanjang 974 meter, lebar 2,5 meter dan tebal 12 cm. Cor jalan dua jalur sepanjang 214 meter, lebar 0,8 meter, tebal 0,12 M. Juga rehab RTLH lima unit dan 12 unit jamban sehat, diperuntukkan kepada keluarga yang belum memiliki jamban.

“Untuk sasaran non fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi protokoler kesehatan Covid 19, pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru. Juga pembinaan kamtibmas, penyuluhan pertanian dan peternakan,” tandas Dandim.
Sumber dana kegiatan tersebut sebesar Rp 728.706.350 berasal dari Mabes TNI Rp 340.300.000, APBD Propinsi Jawa Tengah Rp 203.000.000, APBD Kabupaten Sragen Rp100 juta, APBD Desa Rp 195 juta dan UPTPK Kabupaten Sragen Rp 58 juta.

Sukini (69) warga Dukuh Mangen RT 24 Baleharjo mengaku senang dibuatkan jamban oleh satgas TMMD Kodim Sragen. “Sebelumnya saya kalau BAB di sungai dan isteri saya numpang ke WC tetangga dan sekarang sudah punya sendiri,”. Rasa terima kasih juga diucapkan Didik Wahyu, warga lain yang umahnya direhab agar menjadi lebih layak dan sehat untuk ditinggali. (Basuni Hariwoto0

Tinggalkan Pesan