dukuh-cemorosewu-gladagsari-lockdown
DITUTUP: Jalan masuk Dukuh Cemoro Sewu, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari ditutup. (newsreal.id/Joko Murdowo)

BOYOLALI,newsreal.id – Warga di Dukuh Cemorosewu, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari melakukan karantina mandiri. Hal itu dilakukan menyusul adanya salah satu warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Karantina mandiri dilakukan selama 14 hari terhitung sejak Jumat (10/7). Selama karantina mandiri, sebanyak 37 KK atau total 148 orang tidak keluar rumah. Mereka secara sukarela berdiam di rumah masing- masing.

Sekdes Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Bahri Musthofa menjelaskan, karantina mandiri dilakukan oleh warga karena salah satu warganya, berinisial RMN dinyatakan positif Covid-19. Pemerinath desapun bergerak cepat koordinasi dengan jajaran terkait.

“Langsung dilakukan tracking terhadap kontak erat RMN untuk dilakukan rapid test dan swab,” katanya, Jumat (17/7).

Selama karantina tersebut, warga dari luar juga tidak boleh masuk ke Dukuh Cemoro Sewu. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi hal- hal yang tak diinginkan. Utamanya mengatisipasi agar tak terjadi penularan Covid-19.

Disinggung tentang kebutuhan kidup bagi warga selama menjalani karantina mandiri, Bahri Musthofa mengaku sudah membagikan smebako untuk kebutuhan hidup warganya tersebut. “Untuk jadup, sudah kami bagikan. Sehingga warga tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari- hari.”

RMN, lanjut Bahri, adalah pengepul sayuran dari Desa Sampetan dan desa- desa lain di wilayah kecamatan hasil pemekaran dari wilayah Kecamatan Ampel. Selanjutnya, sayuran dijual lagi di Pasar Ampel.

“Pekerjaannya sebagai pengepul sayuran. Dia membeli hasil sayuran dari para petani dan dijual lagi di Pasar Ampel.”

Dampak dari kondisi tersebut, Pasar Ampel pun ditutup sementara Rabu-Jumat (15-17/7). Bahkan, pasar juga disemprot menggunakan disinfektan untuk mematikan virus Covid-19 sehingga tidak menular kepada pedagang dan pengunjung pasar lainnya.

Tak hanya itu saja, Camat Ampel, Dwi Sundarto juga menyatakan bakal melakukan rapid test terhadap para pedagang pasar pagi. Yaitu, para pedagang yang menggelar dagangan di Pasar Ampel pada malam hingga pagi hari. (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan