pasar-tradisional-karanganyar-buka2
JAGA KEBERSIHAN : Seorang pedagang mencuci tangan di tempat yang disediakan di Pasar Jungke, Karanganyar, Senin (30/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat ada 1.172 kasus positif di 201 pasar yang tersebar di 26 provinsi pada 83 kabupaten/kota.

Kondisi terbaru ini membuat IKAPPI lebih aktif melakukan edukasi terhadap bahaya Covid-19 di pasar tradisional dan mendorong agar sama-sama melakukan gotong royong dalam membangun kesadaran bersama pedagang dan pengunjung di dalam pasar tradisional.

Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI, Muhammad Ainun Najib, mengatakan dalam 1 minggu terahir kenaikan lonjakan ini terus terjadi seiring dengan massifnya pelaksanaan rapid test dan swab yang ada di pasar tradisional di seluruh indonesia.

” 37 pedagang meninggal dunia dan itu adalah pukulan berat bagi kami sekaligus motifasi agar mendorong kita lebih giat, lebih aktif dan lebih progresif dalam mensosialisasikan protokol kesehatan di pasar, sembari melakukan edukasi atas bahaya Covid 19 dengan bahasa pedagang, ” terang Muhammad Ainun Najib

Dijelaskan, IKAPPI mendorong agar pemerintah daerah lebih aware, sensitif terhadap pasar tradisikoal. Kebijakan kebijakannya harus bertujuan dan memfokuskan diri untuk menyelamatkan pedagang dan pengunjung dari ancaman Covid-19 .

IKAPPI sedang menggalang dukungan dari semua pihak untuk bersama sama menjalankan kebijakan yang di harapkan oleh pedagang dapat meringankan beban mereka. karena omZet pedagang terus mengalami penurunan.

“Kami sudah menjajaki kerjasama dengan pengelola pasar, kami juga akan menjajaki kerjasama dengan bnpb untuk merumuskan kebijakan yang efektif dan bisa dijalankan di pasr tradisional. Antara lain adalah memasang sekat plastik dan membagikan masker dan nampan kecil untuk pertukaran uang.”

“Selain itu kami juga mendorong agar pengelola pasar bersama sama dengan pemerintah daerah atau bnpb daerah melakukan penyemprotan desinfektan pada saat jam operasional pasar tradisonal berhenti beroperasi, paling tidak 1 minggu 2 kali di lalukan. Ini penting untuk di lakukan agar sterilisasi di pasar bisa di jaga dan isolasi terhadap pasar bisa di lakukan,” imbuhnya

Dari data IKAPPI diketahui bahwa 142 pasar telah ditutup pada periode beberapa bulan terakhir. Beberapa pasar yang ditutup itu merupakan kerugian berat bagi pedagang, karena terhentinya operasional pasar berarti terhentinya detak jantung ekonomi daerah, berhentinya perputaran uang di pasar berhenti pula penyebaran pangan atau distribusi pangan di daerah tersebut.

Dan jika itu terus terjadi akan membawa dampak sosial dan ekonomi yang cukup sulit di daerah tersebut.

“Maka kami mendorong semua pihak, lembaga dan elemen untuk bergotong royong membangun pasar yang aman, pasar yang sehat sehingga ekonomi bisa tumbuh dan bangkit seperti sediakala.” (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan